Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kota Mojokerto kembali melakukan regrouping (merger) terhadap delapan Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berlaku mulai tahun ajaran baru 2023/2024. Akibatnya, jumlah SDN di Kota Mojokerto menyusut menjadi 44 lembaga.
Kepala Dinas P&K Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan, marger sekolah dilakukan pada lembaga yang berada dalam satu kompleks. Sehingga total ada delapan SDN dilebur menjadi empat lembaga di tahun 2023 ini. “Sehingga fasilitasnya juga akan menjadi satu,” ungkapnya, Kamis (18/5/2023).
Amin menjelaskan, merger juga dilakukan untuk penataan nomenklatur sekolah. Mengingat, selama ini terdapat SDN dalam satu kelurahan yang penamaannya tidak sesuai urutan sehingga pada tahun ajaran 2023/2024 dilakukan penataan kembali untuk memudahkan masyarakat.
“Sekolah kompleks yang terdiri dari tiga lembaga, seperti di Jalan Gajah Mada itu sekaligus dilakukan penataan nomenklatur. Masing-masing disesuaikan menjadi SDN Balongsari 1, SDN Balongsari 2, dan SDN Balongsari 3. Begitu juga SDN Balongsari kompleks yang berada di Jalan Empunala,” katanya.
Penamaannya kini juga disesuaikan menjadi SDN Balongsari 4 dan SDN Balongsari 5. Meski begitu, lanjut Amin, merger SDN tahun 2023 tidak mempengaruhi terkait kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tahun pelajaran 2023/2024. Karena jenjang SDN tetap membuka pagu sebanyak 49 rombongan belajar (rombel) yang menampung 1.372 siswa.
“Saat PPDB akan berlaku penamaan baru. Merger ini tidak sampai mengurangi kuota PPDB karena di satu SDN gabungan tetap membuka paralel dua rombel. Di jenjang SMP Negeri tidak ada perubahan dengan 9 pilihan sekolah. Secara keseluruhan, jumlah kuota yang dibuka mencapai 2.112 siswa dari 66 rombel,” jelasnya.
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/marnito-bantah-memerkosa-alasannya-hubungan-badan-dilakukan-berulang-ulang/
Sekolah yang dimerger tahun 2023 adalah SDN Meri 1 dan SDN Meri 2 yang menjadi SDN Meri. Selain itu, SDN Gedongan 1 dan SDN Gedongan 3 juga digabung menjadi SDN Gedongan 1. Hal serupa juga diberlakukan di SDN Blooto 1 dan SDN Blooto 2 yang nomenklaturnya diubah menjadi SDN Blooto.
Regrouping juga dilakukan pada SDN Balongsari 7 dan SDN Balongsari 8 menjadi SDN Balongsari 3. Dengan begitu, jumlah lembaga jenjang SDN di Kota Mojokerto kian menyusut dari semula 48 menjadi 44 sekolah. Tahun lalu, Dinas P&K Kota Mojokerto juga telah menggabungkan delapan sekolah menjadi empat lembaga.
Yakni dengan melakukan merger di SDN Purwotengah 1 dan 2 menjadi SDN Purwotengah serta SDN Kauman 1 dan 2 jadi SDN Kauman. Lalu, SDN Mentikan 2 dan 4 menjadi SDN Mentikan 2, juga di SDN Balongsari 5 dan SDN Balongsari 10 menjadi SDN Balongsari 5. [tin/but]
![Tahun Ajaran Baru 2023/2024, Jumlah SDN di Kota Mojokerto Menyusut Kepala Dinas P&K Kota Mojokerto, Amin Wachid. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221027_123125-e1684418383500.jpg)





