Blitar (beritajatim.com) – Momen lucu mewarnai proses pendaftaran bakal calon legislatif Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) di KPU Kabupaten Blitar, Minggu (14/05/23).
Usai berkas pendaftarannya diterima KPU, Ketua DPC PKN Kabupaten Blitar, Adik Banu Arli Hardi sempat kepleset menyebut Parpolnya dengan sebutan Partai Demokrat.
Momen itu terjadi saat Adik Banu Arli Hardi memberikan konferensi pers. Meski hanya sekilas namun momen itu membuat puluhan bacaleg PKN tertawa.
“Alhamdulillah kami sebagai partai politik baru di Kabupaten Blitar, Alhamdulillah bisa menjadi peserta pemilu di tahun 2023, Alhamdulillah atas berkat rahmat Allah juga Partai Demokrat, eh maaf Partai Kebangkitan Nusantara mohon maaf,” kata Adik Banu, Ketua DPC PKN Kabupaten Blitar.
Usai kepleset menyebut nama Partai Demokrat, Adik Banu pun sempat meminta maaf dan langsung memperbaiki kesalahannya dengan menyebut Partai Kebangkitan Nusantara. Hal itu pun langsung mengundang gelak tawa dari seluruh orang yang ada di KPU Kabupaten Blitar.
“Maaf Partai Kebangkitan Nusantara, mohon maaf,” ucapnya
Partai Kebangkitan Nusantara memang memiliki kedekatan secara emosional dengan Partai Demokrat. Sejumlah pendiri PKN diketahui merupakan eks partai Demokrat.
Mulai dari sang Ketua Umum yakni Gede Pasek Suardika, hingga yang masih hangat diperbincangkan yakni Anas Urbaningrum.
Diketahui Anas Urbaningrum merupakan mantan ketua umum Partai Demokrat. Setelah bebas dari jeratan hukum kasus suap mega proyek Hambalang, Anas Urbaningrum pun merapat ke Partai Kebangkitan Nusantara.
Baca Juga:
https://beritajatim.com/peristiwa/demokrat-blitar-lolos-pendaftaran-bacaleg-meski-berkas-sempat-bermasalah/
Sementara Gede Pasek Suardika pernah tercatat sebagai anggota DPR-RI Periode 2009-2014 dari partai Demokrat. Pasek merupakan mantan politikus Partai Demokrat di bawah Anas pada 2010. Pasek mendirikan PKN pada akhir 2021 lalu.
Menurut Gede Pasek dirinya telah meminta restu Anas untuk mendirikan partai anyar ini. Selain itu, Pasek juga mengakui banyak loyalis Anas Urbaningrum dan mantan kader Partai Demokrat yang bergabung dan menjadi pengurus Partai Kebangkitan Nusantara.
Namun kini keduanya telah resmi keluar dari partai Demokrat. Keduanya pun kompaknya membangun dan membesarkan Partai Kebangkitan Nasional (PKN).
Lalu apakah momen keplesetnya penyebutan partai Demokrat oleh ketua DPC PKN Kabupaten Blitar menyebut Partai Demokrat ada kaitannya dengan hal itu. Adik Banu Arli Hardi menyebut itu hanya kepleset kata bisa.
“Ya namanya manusia pasti bisa salah,” tegasnya.
PKN Kabupaten Blitar sendiri membawa 23 daftar bacaleg ke KPU. Partai besutan Gede Pasek itu tidak memasang target muluk-muluk, target PKN hanya memperoleh 1 Fraksi di legislatif. (owi/ted)






