Jombang (beritajatim.com) – DPD Partai Golkar mengusung semangat kisah cinta Rama dan Sinta saat mendaftarkan 50 bakal calon legislatif (bacaleg) ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) setempat, Minggu (14/5/2023).
Saat datang ke KPU Jombang, para pengurus dan bacaleg Partai Golkar diiringi seorang pria dan wanita yang berdandan tokoh pewayangan. Satu berperan sebagai Rama, satu lagi menjadi Sinta. Keduanya berjalan lambat-lambat. Pengurus Golkar Jombang mengikutinya dari belakang.
Bagi Golkar, kisah Rama dan Sinta sarat dengan tauladan hidup. Yakni, tentang kesetiaan, tentang saling mencintai dengan tentang kepahlawanan. “Rama dan Sinta adalah lambang cinta abadi. Kita betul-betul mencintai Golkar sampai mati. Kita mencintai NKRI sampai mati. Kita tidak musah diusik. Tidak mudah diiming-iming. Sekali Golkat tetap Golkar,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Jombang Andik Basuki Rahmat.
BACA JUGA:
Daftarkan 120 Bacaleg DPRD Jatim, Sarmuji Naikkan Target Jadi 20 Kursi
Andik menjelaskan, dalam pendaftaran bacaleg tersebut pihaknya sudah memenuhi semua persyaratan. Semisal kompoisi bacaleg perempuan Golkar sebanyak 30 persen. Para caleg potensial tersebut tersebar di enam dapil yang ada di Kabupaten Jombang.
Lantas, berapa kursi target yang dipatok? Andi menjelaskan, Partai Golkar Jombang memasang target menang. Artinya, tidak ada lawan lagi di atas kita. Saat ini partai pemenang di Jombang sebanyak 10 kursi di DPRD Jombang. “Sehingga Partai Golkar harus mendapatkan kursi di atas 10,” ujarnya.
BACA JUGA:
Golkar Jatim: Mau Sistem Pemilunya Apa, Kami Siap Menang!
Target itu bukan tanpa alasan. Karena saat ini 50 persen bacaleg golkar usianya di bawah 40 tahun. Tenaga muda itulah yang akan menggerakkan partai Golkar guna meraih target yang dipatok. “Setiap dapil (daerah pemilihan) kita patok dua kursi. Di Jombang ada enam dapil. Sehingga total kita mendapatkan di atas 10 kursi,” kata anggota DPRD Jombang ini.
Ketua KPU Jombang Athoillah menjelaskan, usai menerima berkas dari parpol, pihaknya melakukan pemeriksaan. “Ada yang berkasnya langsung kita terima. Ada juga yang kita kembalikan karena ada kekurangan dokumen persyaratan,” ujar Athoillah. [suf]






