Malang (beritajatim.com) – Ustadz Hanan Attaki menghadiri halal bihalal dan haul KH Ahmad Noer, KH Mustamar, dan KH Murtadho Amin, di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Kota Malang. Pada agenda tersebut, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Dr. KH. Marzuki Mustamar membaiat Ustadz Hanan Attaki sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU).
Kiai Marzuki secara membimbing Ustadz Hanan Attaki dalam prosesi baiat NU. Baiat yang dibacakan oleh Kiai Marzuki selaku pengasuh pondok pesantren Sabilurrosyad Gasek itu diikuti Ustadz Hanan Attaki dengan disaksikan para jemaah.
“Alhamdulillah, malam ini merupakan malam terbaik dalam hidup saya sejak ibu melahirkan saya. Karena untuk seorang mukmin dia dilahirkan 2 kali, pertama jasadnya oleh orang tua biologisnya, kedua dilahirkan ruhiyahnya oleh gurunya atau mursyid,” ujar Ustadz Hanan Attaki, Jumat (12/5/2023) dini hari.
Ustadz Hanan Attaki menceritakan ketika dirinya umrah ke Tanah Suci. Ia selalu berdoa agar dipertemukan dengan murobbi atau mursyid yang dapat membimbing dirinya pada dakwah di jalan-Nya.
“Sepulang umrah saya mudik ke Jawa Timur, ke kampung istri di Tuban. Lalu, istri saya bilang bahwa Kiai Marzuki adalah gurunya saat belajar di Malang. Kemudian istri saya ajak tabarruk, tanpa pikir panjang langsung berangkat,” ujarnya.

Ustadz Hanan Attaki merasa haru atas dakwah lembut yang dijelaskan KH Marzuki Mustamar. Ia tertarik dengan konsep dakwah yang diajarkan ulama Ahlussunnah wal Jamaah telah bertahan selama 100 tahun lebih.
“Akhirnya, saya minta izin untuk diangkat menjadi murid beliau. Insyaallah, mulai detik ini akan saya syiarkan ajaran Aswaja ala NU kepada muslimin, khususnya anak-anak muda di Indonesia,” jelasnya.
KH Marzuki Mustamar menuntun Ustadz Hanan Attaki dengan diawali kalimat syahadat. “Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar Rasulullah. Radhitu billaha rabbah, wa bil islami dina, wa bi muhammadin nabiyya wa rasula,” tuntun KH Marzuki Mustamar.
https://beritajatim.com/peristiwa/polres-sumenep-tolak-ijin-keramaian-konser-langit-ustad-hanan-attaki/
“Saya Ustadz Hanan Attaki, menyatakan demi Allah benar-benar Muslim, Mukmin, dhohiron wa bathinan. Saya Ustad Hanan Attaki, menyatakan berbaiat, bersumpah, mengikuti ajaran akidah ulama, habaib, kiai dari kalangan Ahlussunnah wal Jamaah,” sambung Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek,” jelas KH Marzuki Mustamar.
KH Marzuki terus menuntun Ustad Hanan Attaki sampai pada kalimat : siap mati membela Islam, siap mati membela Ahlussunnah wal Jamaah, siap mati membela dan memperjuangkan Nahdlatul Ulama, siap mati untuk NKRI.
Sebagai informasi, pada acara tersebut turut hadir di antaranya Rais Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia Prof Dr Nadirsyah Hosen, Wali Kota Malang H Sutiaji, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah Bojonegoro KH Anwar Zahid, dan undangan lainnya. [dan/but]






