Trenggalek (beritajatim.com) – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memiliki cara tersendiri dalam membalas kritik dari masyarakat.
Bupati Mas Ipin membalas kritik jalan berlubang dari warganya dengan membalas menggunakan sebuah pantun.
Selain dengan cara yang unik ini, Mas Bupati juga langsung meninjau jalan yang dikeluhkan oleh warganya di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek.
BACA JUGA : 5 Fakta Kasus Siswi SMP di Trenggalek Melahirkan
Berikut pantun Bupati Trenggalek membalas pantun dari warganya.
Neng Ngadimulyo jarena enek emas
Lek jareku kui ngapusi
Masyarakat Trenggalek, hei jangan cemas
Senaoso abot tetap tak urusi
Pantun ini menjawab pantun dari warga Ngadimulyo.
BACA JUGA : Jadwal Film Dedemit: Diikuti Makhluk Halus di Bioskop Malang, Tulungagung, dan Trenggalek
Ada malam ada siang
Saat hujan minum kopi
Dimana mana jalan berlubang
Kapan pak bupati diperbaiki.
Di tengah padatnya agenda program Makaryo Ning Deso Hebat (Mening Deh) di Desa Senden, Kampak, Mas Ipin menyempatkan diri untuk merespon keluhan warganya.
Jalan yang dimaksud merupakan jalan sirip yang menghubungkan Jalan Raya Kampak-Munjungan dengan Desa Bogoran. Sudah sempat diusulkan dalam Musrenbang Kecamatan tahun 2019 lalu, namun tidak dapat direalisasikan karena ada beberapa kali refocusing anggaran.
BACA JUGA : Surya Hutani Jaya Region Kaltim Halal Bihalal Bareng Pekerja di Trenggalek
Meskipun bukan jalan kabupaten, Mas Bupati menganggarkan perbaikan ruas jalan ini dalam APBD induk tahun 2024 nanti. “Ini akan dibangun 2024 induk, tapi kita usahakan lelangnya bisa dilakukan lebih awal,” ungkapnya.
Senarnya dari sisi kedalaman lubang disini masih dalam batas yang bisa ditolerir. Tapi untuk beberapa ruas seperti di Pule pas ada tanjakan. “Kalau tidak dibenerin, bisa berbahaya. Maka kita anggarkan emergency. Jadi kita Cor kemudian kita aspal,” tegas Mas Ipin.
Spot-spot yang berbahaya, katanya terlebih dahulu akan diamankan. Seperti yang di tanjakan-tanjakan, Dinas PU akan melihatnya lagi. Sehingga bagian yang datar-datar seperti, di induk nanti akan dilelang.
Masih menurut kepala daerah itu, sesuai rilis yang disampaikan oleh Kementerian PUPR, hampir semua jalan kota/ kabupaten di seluruh Indonesia yang mantap kondisinya di kisaran 46 hingga 47 persen. Artinya separuh dalam kondisi rusak sedang dan rusak berat.
BACA JUGA : Bupati Trenggalek Titip Pesan Penting kepada ASN
“Kondisinya ini tidak jauh berbeda dengan kondisi di Kabupaten Trenggalek. Sebabnya karena kita hampir 3 tahun terkena refocusing. Kita tidak punya anggaran pembangunan infrastruktur selama covid. Begitu Covid selesai, menjelang transisi saya memberanikan diri untuk membangun infrastruktur menggunakan dana pinjaman PEN. Itupun untuk jalan kita sudah gelontorkan anggaran kurang lebih Rp. 100 miliar. Sisanya sekitar Rp. 150 an miliar untuk rumah sakit,” jelas bupati yang getol memperjuangkan ekologi itu.
Mas Bupati mencontoh, jalan di lingkar Pule, separuh susah didanai menggunakan dana PEN. Tahun ini beberapa paket sudah masuk lelang.
“Sedangkan jalan yang kita lalui ini susah diusulkan sejak tahun 2019 musrenbang, 2020 kena refokusing. Kemudian muncul di tahun 2024 ini. Itupun di tahun 2024 kita baru punya dana sekitar Rp. 73 miliar untuk bina marga, jadi masih sangat kurang sekali,” lanjutnya.
Mas Bupati tengah meminta Dinas PUPR untuk melakukan presentasi ke pemerintah pusat. Menurutnya, bisa jadi akan ada dana bantuan juga untuk infrastruktur.
BACA JUGA : Jadwal Film Buya Hamka di Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek, 26 April 2023
“Selain juga kita telah mengusulkan beberapa instruksi presiden (Inpres). Sekarang ini sudah tidak ada DAK fisik. Beberapa jalan kenapa tidak terbangun, itu karena sebelumnya kita usul DAK fisik. Namun terakhir tidak ada DAK fisik, diganti dengan inpres ini. Jadi yang sudah direncanakan akan dibangun oleh DAK fisik, ternyata dananya tidak turun. Makanya kita usulkan lewat mekanisme inpres,” terangnya.
Pengusulan ke pusat, katanya, hingga kini belum didok. Meskipun demikian, dirinya yakin, akan ada bantuan dari pemerintah pusat untuk infrastruktur jalan di Trenggalek.
“Insya Allah dari kemarin beberapa ratus miliar, akan ada sekitar Rp86 miliar yang akan turun. Jadi kalau ditotal di anggaran 2024 terkait kebina margaan kita punya Rp73 miliar, kemudian kalau Inpres disetujui akan ada tambahan Rp86 miliar,” ungkapnya.
Kemudian jika yang ekspose PU juga disetujui, Mas Bupati juga belum tahu, anggaran tambahan tersebut. Maka, jika ada tambahan bisa dipergunakan untuk menambah kemantapan jalan.
BACA JUGA : Jadwal Film Sewu Dino dan Khanzab di Blitar, Trenggalek dan Ponorogo Hari Ini
“Tapi perlu di ingatkan, dana segitu akan menambah kemantapan sekitar 20 persen dari total keseluruhan jalan kabupaten. Kita itu kurang lebih punya sekitar 900 km atau bahkan lebih sekitar seribu km. Belum yang diusulkan di medsos, terkadang juga banyak diluar dari ruas-ruas jalan Kabupaten. Tapi bukan berarti kita tidak juga membenahi,” tutupnya. [nm/ted]






