Malang (beritajatim.com) – Guna mencegah apatisme pemilih pemula di Pemilu 2024 mendatang, KPU Kabupaten Malang getol melakukan sosialisasi kepada pemilih pemula akan pentingnya partisipasi agar datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Kami melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih, karena dari pendidikan pemilih menyampaikan materi bagaimana masyarakat khususnya pemilih pemula bisa hadir di TPS nanti,” ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, Anis Suhartini, Rabu (10/5/2023).
Anis menjelaskan, sosialisasi dan pendidikan itu yakni, bagaimana pemilih pemula menggunakan hak pilihnya, juga tentang kewajiban sebagai warga Negara yang memiliki hak politik.
“Menyikapinya agar pemilih pemula tidak bersikap apatis maka yang dilakukan KPU dalam pendidikan pemilih itu lebih banyak menyampaikan betapa pentingnya proses demokrasi pemilihan Presiden, Legislatif dan Kepala Daerah,” tegas Anis.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/pks-kabupaten-malang-jadi-parpol-pertama-daftarkan-bacaleg-ke-kpu/
“KPU memberikan pemahaman bahwa ketika kita tidak peduli, apatis, maka sebenarnya kita ikut kontribusi atas kekeliruan, jika terjadi sesuai yang tidak sesuai di masyarakat, maka sebenarnya kita berkontribusi,” Anis menyambung.
Sebab itu, tambah Anis, agar tidak apatis, perlu dilakukan penyadaran bahwa warga negara memiliki kontribusi, negara perlu pemimpin. Maka untuk menentukan pemimpin yang diinginkan, generasi Z bisa berpartisipasi di Pemilu 2024 mendatang. (yog/kun)






