Surabaya (beritajatim.com) – Berkat karya inovasi bernama Cinacas, empat siswa SMA Al Hikmah Surabaya berhasil meraih penghargaan internasional di ajang Teknofest 8th Istanbul International Invention Fair (ISIF) 2023.
Keempat siswa tersebut yakni Achmad Firdaus Assabil, Afarrel Febryan Ghifarry Putra Andy, Haidarrozan Pramasonny, dan Muhammad Rafasya Rafie Prasetya.
Achmad Firdaus, Ketua Tim Cinacas menjelaskan bahwa Cinacas merupakan singkatan dari Cinnamon Nutmeg Anti-Cigarrete Addiction Substance. Cinacas diciptakan sebagai alternatif sekaligus terapi yang efektif bagi perokok untuk mengurangi kecanduan rokok dan yang berniat berhenti merokok.
Cinacas dibuat dari campuran ekstrak pala dan kayu manis yang diklaim mengandung antidepresan alami. Kayu Manis mengandung fenol yang memiliki kemampuan menetralkan oksidan penyebab stres oksidatif. Sedangkan, pala mengandung myristicin yang merupakan komponen psikoaktif yang dapat menimbulkan efek halusinogenis.
“Cinacas dengan komposisi Pala 75 persen banding Kayu Manis 25 persen, terbukti 3,6 kali lebih efektif menurunkan depresi dibandingkan nikotin,” terang Achmad Firdaus ditulis Selasa (9/5/2023).
https://beritajatim.com/peristiwa/kecelakaan-beruntun-di-magetan-libatkan-4-kendaraan/
Ia menerangkan, untuk proses pembuatannya, dimulai dari kayu manis dan biji pala yang utuh dihaluskan menjadi bubuk. Kemudian, bubuk kayu manis dan pala diekstraksi menggunakan cairan propylene glycol.
“Hasil ekstraksi dicampurkan dengan vegetable glycerin dan tambahan propylene glycol menjadi cairan Cinacas. Selanjutnya, cairan Cinacas didiamkan terlebih dahulu dalam ruangan tanpa cahaya dengan suhu ruang,” terangnya.
Dalam penjurian tersebut, karya Cinacas diuji mengenai dampak terhadap lingkungan. “Namun, Cinacas dibuat dari bahan-bahan alami dan tanaman khas asli di Indonesia, yakni pala dan kayu manis. Sehingga, penggunaan dalam jumlah besar pun tidak akan mengurangi atau mengganggu populasi,” ungkapnya.
https://beritajatim.com/peristiwa/viral-video-kisruh-di-mie-gacoan-ambengan-surabaya-ini-penjelasan-polisi/
Sementara itu, Kepala SMA Al Hikmah Surabaya Ahmad Fais mengaku bangga dengan penghargaan internasional tersebut. Menurutnya, karya inovasi Cinacas tersebut dibuat dari bahan alam, seiring dengan dorongan dan Kementerian Kesehatan untuk menggunakan obat-obatan yang terbuat dari bahan-bahan alam.
“Cinacas diharapkan mampu menjadi terapi yang efektif bagi perokok yang berniat berhenti merokok,” katanya.
Ke depan, pihak sekolah berencana akan mendorong karya inovasi Cinacas buatan siswa ini untuk memiliki hak paten. Sehingga, nantinya bisa diproduksi massal dan bermanfaat bagi masyarakat luas. [ipl/but]






