Gresik (beritajatim.com) – Naas dialami oleh Sani (63) perempuan lanjut usia asal Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Sani meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) usai disambar kereta api komuter Surabaya-Lamongan di perlintasan rel kereta api.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian naas itu bermula Sani (korban) berangkat dari rumahnya hendak menuju ke sawah. Saat melintas di perlintasan kereta tidak ada palang pintunya. Korban yang melintas tidak mengetahui ada kereta api komuter melintas.
Dalam hitungan detik, korban terserempet lalu terseret kereta api komuter yang dikemudikan oleh masinis yang bernama Arif melaju dari arah timur ke barat. Korban yang terseret kemudian terpental kemudian meninggal dunia di TKP dengan luka yang cukup parah.
Salah satu saksi yakni Hartono (37) warga Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan menuturkan, dirinya dari kejauhan sudah berteriak agar korban tidak melintas karena bersamaan ada kereta api.
“Saya sudah berteriak tapi tidak didengar. Korban tetap saja melintas lalu terserempet hingga terseret cukup jauh,” tuturnya, Senin (8/05/2023).
BACA JUGA:
KA Komuter di Gresik Tabrak Truk Bermuatan Kedelai Sampai Terbalik
Warga Duduksampeyan Gresik Tewas Disambar Kereta Komuter
Sementara itu, Kapolsek Duduksampeyan Kompol Bambang Angkasa membenarkan ada warga yang disambar kereta api komuter hingga meninggal dunia.
“Anggota saya sudah meluncur ke TKP kemudian melakukan identifikasi yang meninggal dunia warga asal Desa Pandanan,” katanya.
Terkait dengan kejadian ini, dirinya menghimbau kepada warga agar berhati-hati saat melintas. Pasalnya, di perlintasan tersebut tidak ada palang pintunya. Sehingga, banyak warga lalu lalang melintas di kawasan tersebut.
“Seharusnya harus ada warga yang menjaga di palang pintu perlintasan kereta api supaya kejadian ini tidak terulang lagi,” pungkasnya. [dny/but]






