Banyuwangi (beritajatim.com) – KONI Banyuwangi menggelar rapat pleno bersama semua pengurus. Beberapa pembahasan menjadi agenda dalam rapat tersebut.
Di antaranya mengenai rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov VIII) 2023 mendatang. Hal ini menjadi agenda penting mengingat pelaksanaannya kurang dari 6 bulan lagi.
Ketua Umum KONI Banyuwangi Mukayin menyebut, sejauh ini belum ada informasi resmi Pelaksanaan Porprov Jatim VIII 2023 resmi digelar. Namun, demikian agenda persiapan menuju multi event tersebut harus tetap dilaksanakan.
“Meskipun belum ada kepastian KONI Banyuwangi tetap melakukan persiapan agar jika sewaktu-waktu ada keputusan cabor -cabor telah siap,” ungkap Ketua Umum KONI Banyuwangi, Mukayin, Sabtu (6/5/2023).
Terlebih Mukayin menyebut, anggaran dana hibah telah dialokasikan untuk cabor. Dana tersebut termasuk untuk pelaksanaan Porprov Jatim VIII 2023.
https://beritajatim.com/olahraga/pembagian-dana-hibah-koni-banyuwangi-proporsional/
Rencananya, Mukayin mengharapkan kebijakan sama layaknya pelaksanaan Porprov Jatim VI 2019 lalu. Bahwasanya, beberapa keputusan diserahkan ke cabor masing-masing.
“Harapannya cabor dapat mengatur anggaran. Mengenai kebijakan ikut atau tidak dalam Porprov Jatim VIII 2023 diserahkan kepada cabor,” terangnya.
Contohnya, mengenai akomodasi, makan hingga hotel atau penginapan menjadi tanggungjawab cabor peserta. Sehingga cabor memiliki kontrol penuh mengenai hal ini.
Meski demikian, kata Mukayin, KONI Banyuwangi juga tak tinggal diam. Pihaknya telah tetap membentuk panitia khusus untuk membantu cabor dalam gelaran Porprov Jatim VIII 2023.
https://beritajatim.com/olahraga/koni-banyuwangi-evaluasi-kinerja-tiap-cabor-anggaran-tergantung-prestasi/
“Pengadaan seragam kontingen Porprov Jatim VIII 2023 tetap ditangani KONI Banyuwangi agar merata dan tidak ada atlet yang tercecer sehingga tidak memiliki seragam kontingen. Harapannya, nanti disesuaikan dengan kebutuhan by name percabor,” jelasnya.
Kebijakan tersebut diambil lantaran tak ingin kejadian serupa kembali terulang. Pasalnya ada beberapa atlet dari cabor tertentu yang tidak mendapatkan jatah jaket kontingen.
“Pernah kejadian ada kontingen yang atletnya ketika pemberangkatan menuju lokasi Porprov Jatim tidak mengenakan seragam kontingen sehingga KONI Banyuwangi disalahkan. Padahal pengurus cabor waktu itu telah ditawari namun menolak,” pungkasnya. [rin/but]






