Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 207 atlet cabang olah raga Muaythai bersaing memperebutkan 26 Medali Emas di Gelaran Porprov Jatim VIII di Sma Negeri 2, Kota Mojokerto.
Para peserta yang terdiri dari 30 Kota/Kabupaten dari Jawa Timur, berjibaku berebut 26 medali emas, di pertandingan yang digelar di Aula SMAN 2 Mojokerto, dimulai hari Senin (11/9/2023) ini.
“Ada sebanyak 207 peserta, dari 30 Kota/Kabupaten di Jawa Timur, yang berlaga di Porprov Jatim, dihari pertama ini ada dua nomor yang dipertandingkan yakni seni dan tarung,” ujar Ketua Pelaksana Porprov Muaythai Jatim, Wahyu Trihartanto.
Menurut data dari Panitia Pelaksana, Porprov Jatim Cabor Muaythai mempertandingkan 3 nomor seni Putra-putri, dan 20 nomor bertarung, diantaranya 12 nomor untuk putra dan 8 nomor putri.
Selain itu, Wahyu menjelaskan, adanya banyak perubahan keinginan masyarakat di Cabor Muaythai. Hal itu dikarenakan banyaknya liga yang diadakan oleh Pengprov Muaythai Jatim sebelumnya.
Baca Juga: Kota Mojokerto Sabet 3 Medali Emas di Porprov Jatim VIII
Tak hanya antusias masyarakat, pengurus kota atau kabupaten juga berlomba-lomba menurunkan para atlet mudanya.
“Akan banyak perubahan, karena Pengprov Muaythai Jatim mengadakan liga, sehingga membuat banyak perubahan tersebut, artinya kekuatan merata di Jawa Timur, yang dulunya didominasi oleh Kabupaten Blitar, sekarang muncul ada dari Pamekasan, Malang, sudah mulai terlihat,” jelas Wahyu.
Meski begitu, kekuatan Blitar masih diatas angin dibandingkan daerah lainnya. Namun ada potensi daerah lain mengejar Blitar.
“Memang di Puslatda kemarin masih didominasi dari Blitar, sebanyak 5 orang, tapi selebihnya tersebar Pasuruan, ada anak Gresik, Pamekasan,” bebernya.
Panpel juga memberikan regulasi yang lebih bebas di Porprov Jatim kali ini. Hanya saja ada batasan minimal usia, dikarenakan Muaythai termasuk dalam Cabor bela diri.
“Secara regulasi, atlet Puslatda boleh ikut mewakili daerahnya masing-masing, cuma ada batasan umur, minimal 15 tahun,” tandasnya. (way/ted)






