Pamekasan (beritajatim.com) – Kasus Pembacokan yang mengakibatkan inisial AH (25) warga Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, meninggal dunia, Sabtu (29/4/2023) lalu. Dipicu akibat asmara dan perselingkuhan.
Hal tersebut berdasar keterangan satu tersangka yang sudah ditangkap Tim Reskrim Polres Pamekasan, dan harus mendekam dibalik jeruji besi.
“Berdasar pengajuan tersangka, kasus ini dipicu karena asmara atau perselingkuhan,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Satria Permana, melalui Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Eka Purnama, Jum’at (5/5/2023).
Selain itu, kasus tersebut juga menyerat satu tersangka dan sudah diamankan di Mapolres Pamekasan, Jl Stadion 81 Pamekasan. “Sementara pelaku masih satu orang, dan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/diserang-orang-tak-dikenal-pemuda-pamekasan-meninggal/
Hanya saja pihaknya memastikan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut, guna mencari keterlibatan pihak lain dalam kasus berdarah tersebut. Bahkan saat ini juga tengah dilakukan tahap pengembangan penyelidikan.
“Tentu kami tidak akan berhenti disini (dengan menetapkan satu tersangka), tapi kami akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Seperti diketahui, peristiwa berdarah tersebut terjadi saat korban berkendara dan berboncengan bersama bapaknya, SPI (50) di Desa Tebul Barat, Pagantenan, Pamekasan. Keduanya berkendara setelah selesai membeli plastik di sebuah toko plastik di Pagantenan, Pamekasan.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/pengendara-pajero-kecelakaan-dan-meninggal-di-pamekasan/
Namun saat perjalanan pulang, keduanya dibuntuti 5 (lima) orang tak dikenal yang mengendarai tiga motor. Selanjutnya kendaraan korban dipepet hingga terjatuh ke lahan sawah di lokasi kejadian.
Seketika korban dianiaya oleh seorang pelaku dengan sebilah celurit hingga korban mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya dan bersimbah darah. Para pelaku melarikan diri ke arah Utara menuju Desa Ambender, Pagantenan, Pamekasan.
Sementara korban sempat dibawa ke Puskesmas Pagantenan, namun nyawanya tidak tertolong akibat terlalu banyak mengeluarkan darah dan mengakibatkan meninggal dunia. [pin/kun]






