Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, merobohkan sejumlah bangunan liar penyebab banjir di pusat kota, Kecamatan Kaliwates, Rabu (3/5/2023) malam.
Hujan deras selama kurang lebih satu jam menyebabkan banjir genangan setinggi 30 – 50 sentimeter sepanjang 200 meter di Jalan Gajah Mada. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Jember Jupriono mengatakan, banjir disebabkan saluran air tidak mampu menampung aliran air hujan yang tinggi dari daerah hulu.
“(Genangan) juga disebabkan tersumbatnya saluran karena adanya bangunan liar yang tidak berizin di atas saluran tersebut. Akhirnya kami mengambil langkah membongkar bangunan tersebut,” kata Jupriono.
Jupriono berharap camat dan lurah mengantisipasi banjir di kawasan masing-masing dengan membersihkan saluran air di jalan. “Dengan demikian banjir tidak terjadi lagi,” katanya.
Banjir merupakan satu dari sekian problem bencana yang dihadapi Pemkab Jember dan tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember 2021-2026. Kabupaten Jember paling rentan terhadap ancaman banjir dan kebakaran hutan dan lahan, dengan indeks risiko ancaman bencana masing-masing sebesar 36 yang berada dalam kategori tinggi.
Sebenarnya Kaliwates tidak termasuk dalam kawasan rawan air di RPJMD. Enam kecamatan yang rawan banjir adalah Panti, Tempurejo, Kencong, Rambipuji, Jengawah, dan Silo. RPJMD menyebut faktor alam dan cuaca yakni seringnya terjadi bencana banjir dan tanah longsor pada kawasan perbukitan dan lereng pegunungan menyebabkan jalan rusak. [wir]






