Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 20 ribu buruh siap menggeruduk kantor gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan 110, Senin (01/05/2023) besok dalam rangka hari buruh nasional.
Wakil Sekretaris FSPMI Jatim, Nuruddin Hidayat mengatakan, jika 20 ribu buruh tersebut berasal dari berbagai kota di Jawa Timur. “(Massa buruh) Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Lamongan, Tuban, Probolinggo, Jember, Lumajang, Banyuwangi, Malang dan Jombang,” kata Nuruddin, Minggu (30/04/2023).
Nurudin menjelaskan jika nantinya puluhan ribu buruh akan membawa sejumlah tuntutan seperti mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja, segera mengesahkan UU PPRT (Perlindungan Pekerja Rumah Tangga), reforma agraria dan kedaulatan pangan.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/ganjar-pranowo-dampingi-megawati-terima-elite-ppp-bahas-kerja-sama-politik/
“Kami akan berkumpul di bundaran Waru sisi Cito Mall kemudian akan bergeser ke Jalan Ahmad Yani, Jalan Tunjungan dan berakhir di Jalan Pahlawan,” imbuh Nurudin.
Selain itu, para buruh juga akan mendesak Pemprov Jatim untuk memberikan sanksi administratif hingga pembekuan kegiatan produksi bagi perusahaan yang melanggar ketentuan pembayaran THR. “Kami menagih hasil laporan pelanggaran perusahaan terkait Tunjangan Hari Raya (THR), kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim dan agar diberikan sanksi tegas bagi perusahaan yang melanggar,” imbuhnya.
Nuruddin mengungkapkan, massa buruh juga menagih janji Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa terkait Peraturan Daerah (Perda) Sistem Jaminan Pesangon yang disampaikan pada 2019, silam. “Selain itu, buruh juga memberikan dukungan kepada KPK untuk melakukan bersih-bersih praktek korupsi di Jatim. Sebab salah satu faktor yang mempengaruhi investasi adalah budaya korupsi pejabat,” tutupnya. (ang/kun)






