Jember (beritajatim.com) – Tidak adanya sponsor menjadi kendala pengembangan sepak bola di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Perusahaan swasta enggan menggelontorkan uang untuk ikut membantu pembinaan.
“Kemarin kita terkendala pandemi Covid-19. Lalu kita terkendala oleh dampak tragedi Kanjuruhan (yang membuat sepak bola digelar tanpa penonton). Sponsor ini kan butuh crowd atau massa. Kalau saya lihat, sponsor mau asalkan acara di Jember bisa mendatangkan massa,” kata Ketua PSSI Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) Jember Try Sandi Apriana, ditulis Senin (24/4/2023).
Sandi mencontohkan sejumlah kegiatan olahraga seperti sepeda gunung dan fun bike. “Sponsor datang semua. Yang penting massa yang datang ribuan. Sementara kalau penonton sepak bola dibatasi hanya seratus orang, padahal biaya besar dan sponsor tidak ada, bagaimana sepak bola mau berkembang?” katanya.
PSSI Askab Jember saat ini tengah mencari sponsor untuk membiayai perhelatan turnamen Piala Bupati setelah Agustus 2023. Rencananya turnamen ini akan diikuti 76 klub anggota internal dengan sistem gugur.
“Kalau digelar Agustus ramai sekali. Tidak mungkin kami mengadakan kompetisi. Pakai sistem gugur, karena kalau bukan sistem gugur bisa terlalu lama,” kata Sandi. Mengacu turnamen sebelumnya, ada lima lapangan sepak bola yang dipakai.
Sandi mengatakan, askab bertanggung jawab mengembangkan dan membina pemain. “Soal mereka nantinya mau lebih berkembang dan bermain di klub mana, terserah pemain. Kalau mau memperoleh tambahan ilmu lebih banyak, kan kalau bisa bermain di daerah lain seperti ikut seleksi Liga 2. Liga 3 sebaiknya diikuti pemain yang berusia lebih muda 17 tahun,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Askab Jember Andi Slamet mengatakan, pihaknya akan menggelar kongres lebih dulu dan melaporkan program selama ini kepada klub internal pemilik hak suara. “Program kerja kami pada 2023 kan harus dikongreskan,” katanya.
Namun sejak tahun lalu pertandingan sepak bola antarkampung semarak digelar. “Nanti pada Mei akan ada banyak turnamen. Luar biasa, karena PSSI bekerja sama dengan kepala desa dan camat,” kata Andi.
PSSI Jember juga menggelar Liga Anak Nusantara sejak 28 Februari hinggta 21 Mei 2023. Ada 16 tim kelompok usia di bawah 17 tahun yang bertanding setiap hari Minggu. Saat bulan puasa dan lebaran kemarin turnamen diliburkan. Turnamen itu menjadi ajang pencarian bakat. “Kami lebih banyak menitikberatkan pembinaan pemain usia dini,” kata Andi. [wir]






