Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto tidak menyelenggarakan open house lebaran di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (22/4/2022).
“Hanya keluarga dan beberapa teman yang datang. Ini bagian dari antisipasi dan jaga-jaga (walau Covid sudah melandai),” kata Hendy.
Acara silaturahmi di pendapa berlangsung hingga pukul empat sore. Sebelumnya, Hendy menunaikan salat Idulfitri bersama keluarga di kampung halamannya, Lingkungan Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (22/4/2022).
Kendati membangun masjid megah Baitul Muchlisien, Hendy ternyata memilih salat di Masjid Attaqwa di samping Sungai Jompo. “Saya sudah tiga tahun tidak salat Id di sana,” katanya.
Hendy bersyukur bisa bertemu dengan kawan-kawan masa kecilnya yang masih tinggal di kampung itu. “Saya bahagia sekali. Suasana kampung terasa betul dan saya ingat masa lalu,” katanya.
Setelah melaksanakan program Jember Berbagi (J-Berbagi) dengan berkeliling Jember setiap hari selama Ramadan, Hendy memanfaatkan betul momentum lebaran bersama keluarga dan bermain dengan cucu-cucunya di pendapa.
Hendy juga mencuci dan menjemur pakaian sendiri karena asisten rumah tangga sudah pulang ke rumah masing-masing. “Gendong cucu bersama istri, jemur baju, bikin kopi sendiri. Asyik,” katanya.
Sajian khas lebaran keluarga Hendy adalah lontong sayur, ketupat opor ayam, dan sate. Semua mendapat giliran untuk disantap. “Sudah lama tidak sarapan,” katanya tersenyum.
Hendy meminta maaf kepada warga Jember. “Mewakil teman-teman Pemkab Jember, saya mohon maaf lahir dan batin. Masih sedikit yang bisa kami lakukan dan banyak kekurangan,” katanya. [Wir]






