Surabaya (beritajatim.com) – Hilal tidak terlihat di Kota Surabaya berdasarkan hasil Rukyatul Hilal 1 Syawal 1444 yang dilakukan oleh Kemenag Kota Surabaya, Kamis (20/4/2023) di lantai 55 One Icon Residen, Tunjungan Plasa Surabaya.
Kepala Kantor Kemenang Kota Surabaya, KH Pardi mengatakan jika setelah dihitung beberapa waktu dan beberapa kali hilal masih belum terlihat. Ini karena uaca mendung dan waktu elongasi cukup pendek, hanya 2 derajat lebih 28 menit yang seharusnya standar di atas 3 derajat.
“Untuk sore ini hilal tidak terlihat karena cuaca mendung dan wakru elongai karena seharusnya waktu melihat hilal standarnya harus 8 jam sebelumnya namun untuk sore ini hanya 6 jam lantaran tertunda karena tadi siang gerhana bulan. Sampai jam menunjukkan pukul 17.30 hilal belum terlihat di wilayah Surabaya,” ungkap KH Pardi, Kamis (20/4/2023) usai sidang Rukyatul Hilal penentuan 1 Syawal.
Baca Juga:
Sidang Isbat Kemenag Tetapkan Idul Fitri Sabtu 22 April 2023
Dalam artian kemungkinan besar Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada Sabtu (22/4/2023). Karena sejauh ini pantauan dari sejumlah lokasi hilal belum terlihat.
Sementara itu, untuk Muhammadiyah sendiri dari hasil hisab yang dilakukan Idul Fitri jatuh pada, Jumat (21/4/2023). Dimana di Kota Surabaya terhitung ada 101 tempat yang akan melaksanakan Solat Ied bersama.
Baca Juga:
Daftar Lokasi Sholat Idul Fitri di Sidoarjo pada 21 April 2023
“Kita tentu menghargai perbedaan karena Muhammadiyah berdasarkan hitungan hisab dan ditetapkan besok jadi kita tetap hormati. Mereka yang melaksanakan sholat ied besok sudah berkoordinasi dengan Kemenang dan berjalan dengan baik dan tidak ada persoalan apapun,” imbuhnya.
Lebih lanjut hasil dari Rukyatul Hilal sore ini akan di laporan kepada Kemenag Jawa Timur dan Pusat untuk ditindaklanjuti di sidang isbat pada pukul 19.00 wib. [way/beq]






