Jember (beritajatim.com) – Isi rekomendasi DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati 2022 dinilai tak berimbang dan tak sistematis. Kritik ini dilontarkan anggota DPRD Jember sendiri, Sunardi, dari Gerindra.
Sunardi bahkan menginterupsi jalannya sidang paripurna pembacaan rekomendasi di DPRD Jember, abtu (15/4/2023) malam hingga Minggu (16/4/2023) dini hari. “Rekomendasi LKPJ seharusnya bukan menghajar atau menghakimi pemerintah daerah. Seolah-olah (kerja) pemerintah daerah tidak ada yang sukses satupun,” katanya.
Menurut Sunardi, seharusnya rekomendasi LKPJ bukan hanya kritik tapi juga apresiasi. “Contoh, jalan yang berhasil dibangun dengan baik, tidak pernah disebut. Hanya kekurangan-kekurangannya yang disebut. Tidak berimbang,” katanya.
Sunardi mengingatkan bahwa LKPJ adalah pencapaian program. “Seharusnya rekomendasi LKPJ 2022 merupakan edukasi bagi (pembangunan) yang akan datang,” katanya.
Selain masalah keberimbangan, Sunardi menyoroti sistematika naskah. “Isi rekomendasi LKPJ berulang-ulang. Hal yang sudah dibacakan satu juru bicara dibacakan lagi oleh juru bicara lainnya,” katanya.
Sunardi mencontohkan repetisi pada bahasan rekomendasi soal wisata. Kalimat ‘Calender of Event yang terkesan tidak fokus dalam mempromosikan potensi wisata unggulan dan terkesan meluas bahkan dipersepsikan bukan agenda promosi wisata namun justru dipersepsikan sebagai Calender Of Event Bupati’ dibacakan tak hanya oleh David Handoko Seto, juru bicara dari Nasdem, tapi juga Achmad Dhafir Syah, juru bicara dari Partai Keadilan Sejahtera.
Contoh repetisi lainya bisa dilihat pada rekomendasi terkait urusan perikanan. Achmad Faeshol, Achmad Dhafir, dan David Handoko Seto membacakan teks soal program Seribu Kampung Ikan yang praktis sama dan terkesan ‘copy paste’.
Kalimat ‘Program ini bahkan sudah dipamerkan kepada Menteri Perilkanan dan Kelautan Sakti Wahyu Trenggono dan program ini sudah dua tahun dianggarkan namun pada LKPJ 2022 ini juga juga tidak tersampaikan atau gagal dilaksanakan’ selain dibacakan Faeshol, kembali diulangi oleh David.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengatakan, rekomendasi DPRD Jember merupakan bagian dari kritik konstruktif. Namun dia melihat bahwa rekomendasi LKPJ kali ini lebih banyak menekankan aspek politis. “Tapi kita hargai dan apresiasi kinerja teman-teman, dan ini hal biasa. Kita berpengalaman lebih ekstrem pada era kemarin. LKPJ (tahun anggaran 2020) gagal total,” katanya. [wir]






