Kediri (beritajatim.com) – Loka POM Di Kabupaten Kediri kembali melakukan pengawasan rutin terhadap pangan yang beredar selama bulan Ramadhan. Dimana kali ini dilakukan pemeriksaan takjil di area Pemkab Blitar di Kanigoro Kabupaten Blitar.
Pada kegiatan ini, Loka POM Di Kabupaten Kediri melipatkan Pramuka dalam melakukan sampling, pengujian dengan menggunakan Rapid test.
Selain itu, petugas dan kader Pramuka juga melakukan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) ‘Awas Bahan Berbahaya pada Pangan’ kepada pedagang takjil dan masyarakat/ konsumen di kawasan tersebut.
BACA JUGA Pastikan Pangan Aman Menjelang Nataru, Loka POM Kediri Bersama Dinas Terkait Sidak Pusat Belanja
Pedagang diedukasi bagaimana menjajakan takjil dengan aman yakni takjil ditaruh di tempat yang tertutup seperti etalase atau menggunakan mika plastik berpenutup.
Dalam mengambil jajanan takjil bisa menggunakan penjepit atau sarung tangan plastik. Selain itu pedagang dihimbau untuk memperhatikan kebersihan diri dan lokasi sekitar tempat penjualan.

Sampel Takjil yang disampling, dipilih berdasarkan analisis risiko, yaitu yang dicurigai mengandung bahan berbahaya seperti borak, formalin, methanyl yellow dan rhodamin B.
Sebanyak 15 sampel di uji cepat menggunakan rapid test dengan hasil uji 14 sampel Memenuhi Syarat dan 1 sampel Tidak Memenuhi Syarat (TMS) atau diduga mengandung bahan berbahaya pewarna sintetik yang dilarang yaitu Rhodamin B.
BACA JUGA : Edukasi Izin BPOM, Disperdagin Kota Kediri Hadirkan Loka POM dalam Bincang Ringan dengan UKM/IKM
Hasil temuan tersebut akan ditindaklanjuti dengan pembinaan kepada pedagang serta berkoordinasi bersama OPD terkait.
Keikutsertaan anggota Pramuka diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan mengenai pengawasan Obat dan Makanan serta dapat berkontribusi menyebarluaskan informasi mengenai Obat dan Makanan kepada masyarakat.
Rusdiyah Fatatik, M.Si., Ketua Tim dari kegiatan kali ini kembali menghimbau agar masyarakat jangan ragu untuk melaporkan kepada Badan POM jika menemukan pangan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya seperti warna terlalu mencolok, terlalu kenyal serta berasa getir.
“Jika menemukan hal tersebut silakan hubungi hotline 08966 1500 533,” terang Rusdiyah Fatatik, M.Si. [nm/ted]






