Surabaya (beritajatim.com) – Liga 1 musim 2022/2023 tuntas akhir pekan ini. Perjalanan ke-18 peserta Liga 1 telah berakhir. Masing-masing klub telah menuntaskan 34 pertandingan pada musim ini. Salah satunya Arema FC. Anak asuh Joko Susilo tersebut menjadi tim paling minim gol di Liga 1.
Tim berjuluk Singo Edan tersebut gagal finis di sepuluh besar di Liga 1 musim 2022/2023. Arema bertengger di peringkat ke-12. Mereka menyelesaikan 34 pertandingan dengan total 42 poin. Tim yang didukung Aremania tersebut mengoleksi 12 kemenangan dan 16 kali kalah. Enam laga berakhir imbang.
Arema hanya memasukkan 32 gol pada musim ini. Catatan tersebut menjadikan mereka sebagai tim paling seret gol di Liga 1. Bahkan, Arema kalah produktif dibandingkan dua tim papan bawah PSS Sleman dan Dewa United. Mereka sama-sama memasukkan 34 gol musim ini.
https://beritajatim.com/siapa-dia/arek-suroboyo-di-tim-arema-fc-termasuk-evan-dimas/
Beruntung, seretnya gol Arema pada musim ini sedikit diimbangi dengan performa lini belakang mereka. Tim ini kemasukan 40 gol sepanjang musim 2022/2023. Menjadikan Singo Edan sebagai klub dengan pertahanan terbaik kelima di Liga 1.
Sementara itu, Dedik Setiawan menjadi penyerang paling produktif di skuad Arema musim ini. Pesepak bola 28 tahun ini menjaringkan sembilan gol dari total 28 pertandingan.
Penyerang impor Abel Camara menyusul di posisi kedua. Dari total 22 pertandingan yang dilakoni, Camara telah mencetak empat gol. Kemudian ada Dendi Santoso yang mengemas satu gol dari 28 game musim ini.
Catatan khusus untuk M. Rafli dan Kushedya Hari Yudo. Kedua penyerang ini sama-sama mandul di Liga 1. Rafli melalui 21 pertandingan tanpa mencetak satu gol pun. Sedangkan Yudo hanya bermain di empat laga musim ini. (sya/ted)






