Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya melawan Dewa United masih menggunakan Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Sabtu (15/4/2023). Ini merupakan pertandingan terakhir Bajul Ijo.
Surat perijinan menggunakan Stadion Gelora Joko Samudra sudah masuk ke pihak kepolisian. Hari Kamis ini pihak panpel dan aparat telah melakukan rapat koordonasi.
“Kita masih bertanding di Gejos, karena ijinnya juga sudah masuk,”ungkap Yahya Alkatiri, Manajer Persebaya.
Lebih lanjut dikatakan Yahya Alkatiri, tim liga lainnya sudah bisa menggunakan stadion home base yang biasanya. Sedangkan Persebaya masih belum diperbolehkan.
Dia menyontohkan Persija Jakarta yang sudah bisa menggunakan Gelora Bung Karno dan Persib Bandung yang sudah bisa menggunakan Gelora Bandung Lautan Api.
Sedangkan Persebaya pihaknya masih belum mengetahui secara pasti alasan hingga saat ini masih belum diberi ijin menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.
“Inilah perijinan di Gelora Bung Tomo ini saya tidak tahu bagaimana kita serahkan sajalalah semua kebijakan ke Pemerintah Kota. Semoga ada keputusan yang bijak karena stadion yang lain sudah bisa dipakai. Semoga kita juga segera bisa pakai GBT,” ungkap Yahya.
Yahya tak ingin berlebihan di laga terakhir melawan Dewa United. Dia hanya berharap Persebaya masih bisa berpeluang menduduki posisi enam dalam klasemen akhir.
“Semoga di laga terakhir kita bisa finish di tempat terbaik tahun ini,” imbuhnya.
Saat ini Persebaya Surabaya menduduki di posisi 7 klasemen dengan perolehan poin 49. Sementara Dewa United memang saat ini berada di urutan paling bawah nomor 2, yakni urutan nomor 17 dengan perolehan poin 33. [way/but]






