Bojonegoro (beritajatim.com) – Semburan air bercampur lumpur dan gas muncul lagi di area perbukitan Dusun Kramat Desa Jari Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro. Kemunculan semburan lumpur berbau belerang itu bukan kali pertama. Pada 2016, juga sempat menyembur dengan tekanan yang lebih besar.
Saat ini semburan lumpur bercampur gas itu terbesar setinggi kurang lebih 5 hingga 10 cm. Ada satu titik yang tekanannya besar. Sementara ratusan titik yang lain hanya mengeluarkan gelembung-gelembung udara. Semburan lumpur itu hingga membuat kubangan dan bau menyengat seperti belerang.
Salah seorang warga yang sedang mengangkut hasil panen di sekitar lokasi semburan, Suyitno mengatakan, lumpur bercampur gas yang keluar dari dalam tanah itu sudah terjadi sejak lama. Setidaknya sudah muncul 2016. Selama itu, kata dia, juga belum pernah ditangani hingga semburan berhenti.
“Kalau dulu (2016) sempat sampai muncrat setinggi 1 meter, sekarang hanya semburan kecil (hanya letupan),” ujarnya, Selasa (11/04/2023).
Meski begitu, sejumlah lahan di sekitar semburan lumpur yang mengandung gas itu menjadi tandus. Di sekitar lokasi semburan sejumlah area Persil milik warga sedang ditanami padi dan juga jagung. Agar lumpur yang mengalir itu tidak mengganggu tanaman warga, sehingga dialirkan sendiri yang bermuara di sungai.
“Kalau dicampur dengan sungai yang dipakai untuk irigasi tanaman nanti bisa mengganggu kesehatan tanaman, jadi dialirkan sendiri,” jelasnya.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/sertifikat-korban-lumpur-di-perumahan-renojoyo-di-eks-tkd-kedungsolo-segera-keluar/
Sementara Administratur Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bojonegoro Irawan Darwanto mengatakan, semburan lumpur yang mengandung gas itu masuk dalam Petak 171 RPH Sukun BKPH Gondang. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.
“Saya sudah koordinasi dengan pihak Pertamina, mungkin bisa melakukan cek bersama,” jelasnya.
Sementara saat jurnalis beritajatim.com ke lokasi, kondisi semburan memang jauh dari permukiman warga. Lokasinya berada di sekitar areal Persil. Namun, semburan air bercampur lumpur dan mengandung gas itu mengalir ke sungai yang juga bermuara ke sekitar permukiman. [lus/but]







