Surabaya (beritajatim.com) – Kapibara adalah hewan mamalia pengerat yang sangat khas dan unik. Hewan ini habitat aslinya ada di Amerika Selatan, tepatnya berada di sebelah timur pegunungan Andes.
Lingkungan tempat tinggal alami Kapibara adalah hutan Amazon yang terhubung dengan sungai atau danau.
Ukuran panjang Kapibara bisa mencapai satu meter lebih dan beratnya sekitar antara 35 sampai 65 kilogram. Herbivora ini biasanya ditemukan dalam kawanan yang berjumlah hingga 20 ekor.
Baca Juga: Balap Liar Jazz vs Yaris di Mojokerto, Keduanya Diamankan Polisi
Karena reputasinya sebagai hewan yang ramah, jinak, dan bersahabat, ada banyak foto kapibara yang beredar di internet sedang bersama hewan lain. Salah satunya yang paling terkenal adalah momen kapibara tertangkap kamera sedang berada di samping buaya, keduanya terlihat rukun, seolah-olah mereka bergaul dengan baik.
Inilah sebabnya mengapa banyak yang bertanya, apakah Kapibara memiliki predator? dan mengapa buaya tidak memakan kapibara?
Melansir artikel yang diterbitkan National Geographic, Kapibara adalah hewan yang tetap memiliki predator. Hal ini selayaknya hewan pengerat lain, yang dalam urusan rantai makanan berperan sebagai mangsa dan dimangsa.
Meskipun beredar foto Kapibara dengan buaya yang terlihat tenang, hal tersebut tetap bukan peristiwa yang biasa. Hal ini karena buaya adalah salah satu predator alami kapibara.
Baca Juga: Kemenag Akan Susun Standar Pembayaran dan Pemotongan Hewan Dam Haji, Ini Alasannya
Predator Kapibara
Kapibara di habitat aslinya dikelilingi oleh banyak predator. Tidak seperti yang ditunjukkan di banyak foto yang muncul di internet.
Pada kenyataannya, di alam Kapibara harus melalui kehidupan yang keras, mereka dikelilingi oleh hewan-hewan berbahaya yang dapat dengan mudah memangsa mereka.
Ada beberapa predator alami Kapibara tergantung pada wilayah tempat mereka tinggal, sebagai berikut:
– Cayman (buaya) hitam
– Puma
– Jaguar
– Anaconda
– Anjing liar
– Burung nasar
– Ocelot
Sementara itu, fakta bahwa ada foto Kapibara di samping buaya, tidak berarti bahwa aligator (atau buaya jenis tertentu) tidak mau atau tidak bisa memakan kapibara. Mengenai hal ini ada penjelasannya.
Baca Juga: 7 Tips Agar Kastengel Renyah Tahan Lama, Lengkap dengan Resepnya
Foto tersebut diambil di sebuah rawa, tepatnya di Pantanal Mato Grosso, sebuah lahan basah yang terletak di Brasil, yang diakui sebagai cagar Biosfer pada tahun 2000 oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).
Di Taman Transpantaneira di Pantanal, Brasil ini, selama musim kemarau, ikan lele (sebagai makanan aligator) sangat mudah ditangkap sehingga reptil yang ada di sana tidak mengganggu kawanan kapibara.
Ikan lele dapat hidup di rawa-rawa dan ketika musim kemarau, lele lebih mudah ditangkap karena surutnya air. Sebaliknya, kapibara ketika merasa ada bahaya ia bisa dengan mudah melarikan diri ke air atau bersembunyi di antara tanaman dan alang-alang di dekat air.
Hewan pengerat ini juga mempertahankan diri dengan cara berkomunikasi satu sama lain melalui vokalisasi. Ketika ada bahaya, mereka mengeluarkan suara alarm yang sangat mirip dengan gonggongan anjing.
Berkat kemampuan ini, dikombinasikan dengan keterampilan berenang mereka, Kapibara sering memanfaatkan arus sungai dan kedalaman air untuk melarikan diri dari pemangsa mereka. (kai/ian)






