Blitar (beritajatim.com) – Warga Kabupaten Blitar dari berbagai kecamatan harus kecewa tak dapat jatah penukaran uang baru yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Padahal, mereka sudah terlanjur antre berjam-jam dan berdesak-desakan.
Pantauan beritajatim.com, ratusan warga ini rela berdesak-desakan demi memperoleh kupon antrean. Bahkan sejumlah ibu-ibu berteriak terjepit di tangah-tengah antrean penukaran uang.
Sayangnya, perjuangan mereka tidak membuahkan hasil karena jumlah penukaran uang dibatasi hanya untuk 100 paket saja. Padahal jumlah pengantre lebih dari 300 orang.
Kondisi ini pun membuat masyarakat yang telah mengantre lama kecewa. Warga meluapkan kekecewaannya dengan mengomel di depan antrean.
Salah satu warga yang kecewa adalah Tarsiah. Ibu 40 tahun itu mengaku kecewa karena telah antre berjam-jam namun tidak memperoleh nomor antrean Penukaran Uang Bank Indonesia.
Baca Juga:
Lapak Kosong Pasar Legi Kota Blitar Bakal Dilelang
“Ya kecewa lah, sudah antre lama tapi nggak dapat nomor antrean, semrawut lah, jauh-jauh, panas lagi,” kata Tarsiah, Senin (10/4/2023).
Tarsiah mengaku sudah antre sejak pukul 10.00 WIB. Padahal kegiatan penukaran uang baru dimulai pukul 13.30 WIB.
Selama berjam-jam dirinya pun berjemur di bawah terik matahari. Dirinya pun rela berdesak-desakan dengan peserta yang lain demi memperebutkan kuota 100 paket penukaran uang.
Tidak hanya kecewa, Tarsiah juga mengatakan informasi yang diunggah oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar tidak akurat. Pasalnya dalam informasi itu, tidak disebutkan bahwa penukaran uang dibatasi untuk 100 orang saja.
“Informasi itu juga gak jelas mas, disitu tidak sebutkan jumlah penukarannya dibatasi untuk 100 pekat atau orang jadi kami ya tetap datang,” imbuhnya.
Peserta yang lain yang juga kecewa terhadap proses penukaran uang baru untuk lebaran ini adalah Tuti Kusumawardhani. Guru perempuan tersebut mengatakan kecewa saat mengetahui kuota penukaran uang baru untuk lebaran yang diadakan oleh Disperindag Kabupaten Blitar hanya dibatasi 100 orang saja.
Tuti juga mengatakan hal yang sama bahwa informasi yang diunggah oleh Pemkab Blitar terkait penukaran uang pecahan baru kurang jelas. Pasalnya dalam unggahan tersebut hanya disebutkan bahwa penukaran uang dilakukan mulai pukul 12.00-17.00 WIB.
Baca Juga:
Warga Pasang Beton di Jalur Alternatif Blitar-Malang Rusak
Hal itu pun membuat masyarakat berasumsi bahwa jumlah penukaran uang pecahan baru untuk lebaran tidak dibatasi. Namun nyatanya, penukaran uang baru untuk lebaran hanya diberikan bagi 100 orang saja.
“Ini pengalaman pertama kali, kecewa ya kecewa apa lagi saat lihat kondisi dilapangan sudah antre dan desak-desakan, tapi ya gak papa lah pengalaman pertama,” katanya.
Sementara itu Anang Asfihani, Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Blitar meminta maaf kepada warga yang tidak mendapatkan jatah penukaran uang pecahan baru untuk lebaran. Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk mengadakan kegiatan serupa di lain waktu.
“Iya kami minta maaf tapi kami akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk mengadakan kegiatan serupa dilain waktu,” katanya.
Anang Asfihani membenarkan bahwa pada kegiatan ini cuma ada 100 orang yang diizinkan untuk melakukan penukaran uang pecahan baru. Sementara untuk penukaran uang pecahan baru satu orang diberikan jatah Rp3.700.000.
Adapun Rinciannya sebagai berikut yang pecahan 20.000 senilai Rp2 juta. Sementara untuk pecahan 10.000 senilai Rp1 juta. Sedang untuk pecahan 5.000 senilai Rp500 ribu dan uang pecahan 2.000 sejumlah Rp100 ribu. Sementara untuk pecahan 1.000 sejumlah Rp100 ribu. [owi/beq]






