Surabaya (beritajatim.com) – Polsek Simokerto membekuk pemuda tampan yang menipu janda di Surabaya usai bertemu di aplikasi kencan online beberapa waktu lalu. Pemuda tersebut adalah Abdul Ghofur, asal Desa Truni, KecamatanBabat, Kabupaten Lamongan, yang sehari-hari tinggal di indekost di Jalan Pesapen Tengah 17, Krembangan Utara.
Kapolsek Simokerto, Kompol Dwi Nugroho mengatakan, usai menerima laporan pihaknya melakukan pendalaman dan mendapati identitas Abdul Ghofur.
“Saat kami tangkap yang bersangkutan sempat mengelak, berdalih tidak tahu apa-apa. Tapi setelah kami tunjukkan bukti-bukti, salah satunya rekaman CCTV, akhirnya dia mengakui semuanya,” ujar Dwi, Sabtu (8/4/2023).
Ditanya apakah pelaku sudah terbiasa melakukan modus penipuan di aplikasi kencan online, Dwi menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam.
“Mohon waktu. Ini masih dilakukan pemeriksaan intensif. Akan didalami lagi untuk mencari tahu kemungkinan TKP lainnya,” jelasnya.
Baca Juga:
Polsek Lakarsantri Buru Pria Pelaku Eksibisionis di Surabaya
Diberitakan sebelumnya, modus penipuan menggunakan aplikasi kencan online kembali terjadi. Terbaru, seorang janda di Surabaya berinisial YS (36) warga Jalan Greges Barat menjadi korban usai bertemu dengan seorang pemuda tampan pada akhir Maret 2023 lalu.
Kapolsek Simokerto, Kompol Dwi Nugroho membenarkan telah menerima laporan kasus penipuan tersebut.
“Setelah bertemu di Kaza Mall Surabaya untuk kencan, pelaku membawa handphone dan motor korban,” ujar Dwi Nugroho, Kamis (6/4/2023).
Kompol Dwi Nugroho mengatakan jika pelaku telah diidentifikasi oleh anggota reskrim Polsek Simokerto. Saat ini, pihaknya masih melakukan pengejaran.
“Sudah dilakukan penyelidikan oleh anggota reskrim. Pelakunya juga sudah berhasil kami identifikasi. Mudah-mudahan bisa segera kami amankan,” imbuhnya.
Baca Juga:
Polsek Jambangan Bekuk Dua Bandit Pembobol Rumah Elite di Surabaya
Dwi menjelaskan, penipuan ini bermula saat korban berkenalan dengan pelaku melakukan sebuah aplikasi online. Keduanya lantas tukar nomor WhatsApp (WA), dan makin intens komunikasi.
Dari sinilah, pelaku kemudian mengajak keluar korban. Saat itu, korban diajak bertemu di Kaza Mall. Korban datang menggunakan motor Honda Scoopy, sementara pelaku datang menggunakan ojek online (ojol).
Ketika bertemu, keduanya lantas naik ke lantai 3 mall tersebut untuk mencari makan. Saat itu, yang dipilih adalah foodcourt.
“Korban dan pelaku ini kemudian memilih makanan. Nah, ketika masih menunggu makanan yang dipesan datang, pelaku meminjam hp korban dan berpura-pura memesan makan lagi. Tapi ternyata itu hanya modus pelaku. Hp korban dibawa kabur,” jelas Dwi. [ang/beq]






