Surabaya (beritajatim.com) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dengan sokongan dari World Bank, menggelar sertifikasi kompetensi untuk SDM pariwisata. Sertifikasi ini berlangsung di sejumlah daerah, salah satunya Surabaya dan Malang
Untuk Surabaya, sertifikasi kompetensi tersebut digelar oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Rajawali Hospitality Nusantara (RHN) bekerja sama dengan DPD IVENDO Jatim di Ivytopia Space pada Kamis (6/4/2023). Sertifikasi sebelumnya juga dilaksanakan LSP RHN di Malang, tepatnya Malang Creative Center pada Selasa (4/4/2023).
Direktur LSP RHN, Herlin Sulistyowati mengungkapkan, tujuan diadakannya sertifikasi ini untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang MICE dan kepemanduan khususnya di area Bromo, Tengger, dan Semeru (BTS).
“BTS adalah salah satu destinasi super prioritas yang sudah dipilih Kemenparekraf untuk dibiayai menggunakan dana World Bank,” kata Herlin.
Penyelenggaraan sertifikasi ini, kata Herlin, bekerja sama dengan DPD IVENDO Jatim. Dalam hal ini, DPD IVENDO Jatim membantu mengkoordinasi pelaksanaan sertifikasi.
Ketua DPD IVENDO Jatim, Eko Febri menyatakan, pihaknya sangat terbantu dengan sertifikasi ini. Terutama dalam mengembangkan industri MICE di Jatim.
Baca Juga:
Jumlah Sertifikasi Halal di Indonesia Meningkat, Begini Penjelasan BPJPH
“Kami berharap SDM MICE di Jatim punya daya saing secara nasional. Tentunya kalau SDM sudah kompeten dengan adanya sertifikat ini, mereka akan lebih percaya diri untuk berkompetensi,” ucap Eko.
Sertifikasi kompetensi bidang MICE di Surabaya pada Kamis kemarin dibuka oleh perwakilan Kemenparekraf di Direktorat Standarisasi Kompetensi, Alfin Merancia. Dia menyatakan sertifikasi kompetensi ini mendapat perhatian dari Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.
“Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Sandiaga Uno sangat menaruh perhatian besar terhadap perkembangan industri MICE dan Event,” kata Alfin.
Dia melanjutkan, di era pos-pandemi, industri MICE dan Event mulai bangkit kembali. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, tentu saja sertifikasi kompetensi sangat diperlukan untuk menjaga kualitas standar SDM MICE dan Event.
Baca Juga:
60 Pembatik Hasta Padma Malang Ikuti Ujian Sertifikasi BNSP
“Dalam standar ASEAN, Indonesia sendiri menjadi lead dalam penyusunan standar ASEAN MICE, dimana standar tersebut sudah di adopt oleh 10 negara ASEAN pada Asean Tourism Forum yang dilaksanakan di Yogya pada awal Tahun 2023 ini,” terang Alfin.
World Bank melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) gencar menggelontorkan dananya untuk bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia di 6 destinasi super prioritas yaitu Danau Toba, B-Y-P (Borobudur, Yogyakarta, Prambanan), B-T-S (Bromo, Tengger, Semeru), Lombok, Labuan Bajo dan Wakatobi yang salah satunya melalui kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata.
Di Anggaran tahun 2023 dengan menggandeng 41 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), termasuk di dalamnya adalah LSP Rajawali Hospitality Nusantara yang menggelar Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata di wilayah BTS.
Untuk Surabaya masuk pada destinasi wisata Bromo, Tengger, Semeru yang diselenggarakan bersamaan dengan Kota Malang, Batu, dan Jember, yang diikuti 50 asesi di tiap kota dari berbagai perusahaan berbasis industri event.
Adapun uji sertifikasi kali ini ada 3 skema yaitu :
– skema Pengadministrasian Pendaftaran Acara
– skema Pelaksanaan Pemasaran dan Promosi
– skema Perencanaan Acara.
[beq]






