Blitar (beritajatim.com) – Puluhan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Blitar mengikuti bimbingan teknik strategi komunikasi pemasaran peristiwa dan ekonomi kreatif melalui penguatan konten dan fotografi.
Dalam kegiatan ini para peserta diberikan bimbingan tentang cara-cara pembuatan konten ponsel wisata yang menarik dan estetik.
Kegiatan bimbingan teknik ini diadakan oleh Anggota DPR-RI Nurhadi dan Kementerian Pariwisata. Menurut Nurhadi bimbingan teknik pembuatan konten ini dirasa penting untuk meningkatkan ekonomi pariwisata Kabupaten Blitar.
“Hari ini kami bersama Kementerian Pariwisata mengadakan kegiatan bimbingan teknik pembuatan konten dan pengambilan foto dan video yang menarik demi meningkatkan kunjungan wisatawan,” kata Nurhadi, Anggota DPR-RI, Senin (03/04/23).
Bimbang teknik ini dilakukan selama setengah hari. Para peserta pun akan memperoleh ilmu pemotretan dan pembuatan konten di sosial media dari sejumlah narasumber.
Salah satu pakar yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah Sutan seorang fotografer juga produser dari perusahaan Naik Daun Digital. Pakar fotografi itu dihadirkan untuk berbagi ilmu dengan para pengelola wisata yang ada di Kabupaten Blitar.
Sehingga nantinya pariwisata di Kabupaten Blitar bisa lebih terkenal dan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Kabupaten Blitar sendiri memang memiliki keindahan wisata alam maupun sejarah.
Namun sayangnya keindahan alam dan sejarah tersebut belum dipromosikan melalui digital. Sehingga belum banyak masyarakat yang mengetahui tempat wisata di Kabupaten Blitar.
Berapa tempat wisata yang memiliki keindahan namun belum tersentuh oleh promosi digital tersebut diantaranya Puncak Sekawan, Puncak Langit hingga sejumlah pantai di wilayah Blitar Selatan yang masih alami.
“Harapannya mereka bisa terinspirasi dan termotivasi setelah mendapat ilmu dari para pakar,” tegasnya.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/bupati-blitar-ingin-pertahankan-akses-jalan-rusak-menuju-wisata-puncak-sekawan/
Nurhadi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan sekolah fotografi kilat bagi para pengelola wisata yang ada di Kabupaten Blitar. Bimbingan ini juga difokuskan dengan penggunaan alat seadanya seperti HP untuk mengambil atau membuat konten yang semenarik mungkin dari tempat wisata yang dikelola oleh warga.
Menurutnya keterbatasan alat bukan menjadi halangan bagi para pengelola tempat wisata di Kabupaten Blitar untuk mempromosikan keindahan alam atau sejarah yang ada melalui digital. Maka dari itu para pengelola tempat wisata ini diajarkan untuk mengambil gambar atau membuat video semenarik mungkin dengan alat seadanya yang dimiliki oleh para pengelola tempat wisata.
Bukan hanya teori namun dalam bimbingan teknik ini para pengelola wisata juga diajak praktek langsung oleh para pakar yang dihadirkan oleh Kementerian Pariwisata RI dan DPR RI.
“Ya nanti para pengelola tempat wisata ini akan diberikan bimbingan tentang mengambil foto yang menarik membuat video yang menarik, melalui alat yang mereka miliki seperti HP mungkin karena bukan alatnya yang berpengaruh pada hasil menarik atau tidaknya sebuah konten digital tempat wisata tapi tekniknya juga akan mempengaruhi,” pungkasnya.
Meski terbilang singkat namun Nurhadi berharap kegiatan ini bisa bermanfaat untuk memberikan ilmu kepada pengelola tempat wisata demi meningkatkan promosi yang akan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. (owi/ted)






