Sumenep (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku mengagumi desain arsitektur Masjid Jamik Sumenep yang memadukan budaya Tiongkok, Eropa, Jawa, dan Madura.
Masjid yang didirikan tahun 1779 hingga 1787 Masehi tersebut dianggap menjadi simbol akulturasi dan toleransi budaya di Madura. Masjid yang terletak di terletak Jl. Trunojoyo No.184, Dalem Anyar, Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep itu juga menjadi salah satu bangunan dari 10 masjid tertua di Nusantara.
“Arsitektur masjid ini memiliki kekhasan tersendiri dengan unsur kebudayaan Tiongkok, Eropa, Jawa, dan Madura,” kata Khofifah.

Pada Minggu (02/03/2023), Gubernur Khofifah bersama Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Jawa Timur dan Pemkab Sumenep melaksanakan sholat tarawih di Masjid Jamik, setelah sebelumnya di Pendopo menyerahkan santunan kepada 500 anak yatim dan zakat produktif pada 100 pengusaha ultra mikro.
“Kalau melihat pintu gerbang Masjid Jamik Sumenep ini, membuat kita teringat pada bentuk tembok besar di Cina, yang terbuat dari tembok besar memanjang, melambangkan kekokohan dan keagungan,” ucap Khofifah.
Tidak hanya itu, dinding mimbar, mihrab, dan maksurah pada Masjid Jamik dilapisi dengan keramik porselen dari Cina. Model interiornya mencerminkan nuansa dan pengaruh Cina yang kental. Sedangkan bangunan utama masjid ini hampir keseluruhannya dipengaruhi budaya Jawa pada bagian atapnya dan budaya Madura pada pewarnaan pintu utama dan jendela masjid.
“Jadi ada simbol akulturasi dan bukti toleransi yang tinggi tercermin di masjid Panembahan Somala ini. Artinya apa? Toleransi ini memang harus terus kita semai,” ujar Khofifah.
https://beritajatim.com/peristiwa/makam-raja-sumenep-banjir-pengunjung-jelang-ramadhan/
Selain itu, pintu Masjid Jamik yang berbentuk gapura. Kata gapura diambil dari bahasa Arab ‘ghafura’ yang artinya tempat pengampunan. Dengan demikian diharapkan masyarakat yang beribadah di Masjid Jamik bisa mendapatkan ampunan-Nya.
“Masjid Jamik Sumenep ini selain sarat nilai estetika dan unsur budaya yang kental, juga memiliki filosofi tinggi,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga membagikan 850 kantong beras kepada jemaah salat tarawih Masjid Jamik Sumenep, masing-masing berisi 3 kg beras. [tem/but]






