Malang (beritajatim.com) – Keprihatinan banyak pihak akan masa depan sepak bola Indonesia, sebanding dengan kondisi Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Pasca tragedi yang menewaskan 135 orang penonton sepak bola itu, kondisi Stadion Kanjuruhan mirip padang rumput ilalang.
Ditambah lagi gelaran Indonesia sebagai Piala Dunia U-20 dipastikan batal. Federasi sepak bola internasional alias FIFA, tak memberi restu. Fakta ini membuat sejumlah insan sepak bola kecewa. Sejumlah pemain Timnas yang sudah berlatih keras selama ini, begitu terpukul.
Tak terurus. Onggokan sisa kerusuhan 1 Oktober 2022 lalu, terlihat jelas. Pita kuning bertulis garis polisi, juga masih membentang. Tanah lapangan yang jadi kebanggaan suporter Arema, menggelembung. Terkesan Suram.
Belum ada tanda-tanda kapan perbaikan infrastruktur Stadion Kanjuruhan dilakukan. Meski, janji Presiden Indonesia Joko Widodo untuk merombak total Kanjuruhan, sempat ia sampaikan ketika berkunjung di Malang pascaTragedi Kanjuruhan saat itu.
Baca Juga: Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Hormati Proses Hukum
Presiden Jokowi ketika itu menyatakan, telah meminta Kementerian PUPR untuk melakukan audit bangunan stadion.
Kala itu, Jokowi meminta untuk mitigasi dan spesifikasi bangunan agar diperhatikan, diantaranya mulai pintu gerbang, posisi duduk, pagar hingga sejumlah fasilitas lain.
“Ironis mas. Stadion Kanjuruhan yang dulunya bagus, kondisinya seperti itu. Lapangan dalam tidak terawat lagi. Bangunan diluar kios kiosnya juga suram,” tutur Azhari, warga Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (2/4/2023) saat olahraga pagi.
Azhari berharap, icon kebanggaan warga Kabupaten Malang yakni Stadion Kanjuruhan, bisa segera dilakukan pembenahan. Perbaikan dan prasarana yang sudah rusak, ada renovasi total.
“Semoga segera ada perbaikan ya,” tegasnya.

Plt Kepala Dispora Kabupaten Malang, Nurcahyo beberapa waktu lalu mengaku, hingga saat ini belum ada pencanangan program renovasi tersebut.
“Kami sampaikan bahwa di Pemerintah Kabupaten Malang sampai saat ini tidak ada program untuk renovasi atau membangun kembali Stadion Kanjuruhan,” katanya.
Nurcahyo bilang, Stadion Kanjuruhan kemungkinan akan dijadikan sebagai monumen untuk mengenang nyawa 135 aremania dalam tragedi usai laga Arema FC versus Persebaya.
“Kemarin sudah bicara dengan manajemen Arema bahwa stadion akan dibangunkan monumen tragedi,” tegasnya.
Sementara, untuk pertandingan sepak bola, kata Nurcahyo, Stadion Kanjuruhan sudah tidak bisa lagi digunakan. Ia berjanji apabila Aremania menyampaikan aspirasi menginginkan adanya pembangunan stadion baru di sekitaran Stadion Kanjuruhan, pihaknya akan menampung dan akan diteruskan ke Bupati Malang untuk dilakukan kajian. (yog/ted)






