Sampang (beritajatim.com) – Arus mudik lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah atau 2023 Masehi diperkirakan akan mengalami lonjakan secara signifikan dibandingan tahun sebelumnya. Hal itu karena selama 2020 hingga 2022 lalu, Indonesia masih berstatus pandemi Corona Virus Disease (Covid) 2019.
“Prediksi kami, arus mudik lebaran kali ini akan mengalami lonjakan, karena dari Pandemi kita sudah menuju Endemi Covid 19,” terang, Yulis Juwaidi, Sekertaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang, Jumat (31/3/2023).
Yulis menambahkan, selain adanya pandemi Covid 19, pemerintah juga menerapkan larangan mudik. Sehingga selama dua tahun terakhir banyak warga yang mengikuti ajuran pemerintah dan baru melaksanakan mudik lebaran tahun ini.
“Dua tahun terakhir ini banyak warga menunda mudik, maka tahun ini akan membludak,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Pemkab Sumenep Siapkan Rp 783 Juta untuk Mudik Gratis
Terpisah, menurut Umar pekerja serabutan asal Jombang yang berdomisili di Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan/Kabupaten Sampang, mengaku senang karena pemerintah sudah tidak memberlakukan larangan mudik, maka ia beserta keluargnya berencana akan mudik tahun ini dengan mengunakan kendaraan umum angkutan antar kota.
“Kalau sudah tidak ada larangan mudik ya kita akan mudik mas, kebetulan sudah dua tahun kita tidak pulang,” ujarnya.
BACA JUGA:
Hore.. Ada 12 Bus Angkutan Lebaran Mudik Gratis Tujuan Mojokerto
Umar berharap mudik tahun ini juga tidak ada kenaikan tarif angkutan umum. Sebab, terkadang ada oknum yang memanfaatkan momen mudik lebaran untuk mencari keuntungan pribadi.
“Kami juga berharap kepada pihak terkait terutama jajaran Dishub untuk terjun langsung memantau tarif angkutan antar kota di saat musim mudik lebaran nanti,” harapnya. [sar/but]






