Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menegaskan perlunya pemutakhiran data kemiskinan terus-menerus dan berulang-ulang. Data menjadi pangkal penting pembuatan program kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Terus terang saja saya kurang yakin data itu tingkat akurasinya tinggi. Tentu akurasi perlu dibuktikan dan diverifikasi faktual. Update data menjadi penting, karena kami yakin warga kami mulai bagus,” kata Hendy, ditulis Jumat (31/3/2023).
“Kita perlu update data. Updata data siapa saja yang punya data, termasuk kami di Dinas Sosial. Kami semua harus melakukan pendataan berulang-ulang bersama, karena kondisi masyarakat kita yang terus berputar,” kata Hendy.
Menurut Hendy, pergerakan ekonomi juga banyak mengubah wajah profil warga miskin di Jember. “Kita harus melakukan verifikasi. Dengan tujuan kita mengecek, (bantuan) bisa kita pindahkan ke tempat lain yang lebih tepat sasaran,” katanya.
Hendy mengakui pendataan warga miskin tidak akan pernah sempurna. “(Warga miskin) mungkin masih ada lagi, dan kita mohon bantuan untuk meminimalisasi kesalahan kecil, harus ada kolaborasi. Kolaborasi Pemkab Jember, camat, kepala desa, RT, RW, kader posyandu, perlu menginformasikan data, agar pada saat eksekusi (program dan bantuan) kita lebih tepat sasaran,” katanya.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jember 2022 menyebutkan, di tengah pertumbuhan ekonomi itu, distribusi pendapatan yang diterima oleh masyarakat Jember lebih merata dibandingkan dengan kondisi pada tahun yang lalu.
Ini bisa dilihat dari tingkat ketimpangan pendapatan atau indeks gini ratio Kabupaten Jember tahun lalu sebesar 0,301, turun 0,035 poin dari 0,336 pada tahun 2021. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan indeks gini ratio Provinsi Jawa Timur 2022 yaitu sebesar 0,371 poin.
Pertumbuhan ekonomi ini juga diikuti oleh berkurangnya jumlah penduduk miskin. Jumlah penduduk miskin di Jember pada 2021 tercatat 257.090 jiwa atau 10,41 persen. Tahun lalu terdapat 232.730 jiwa penduduk miskin di Jember atau berkurang 24.360 jiwa. Tingkat kemiskinan Kabupaten Jember tahun 2022 tercatat sebesar 9,39 persen.
Angka kemiskinan di Kabupaten Jember masih lebih rendah dibandingkan nilai rata-rata angka kemiskinan di Jawa Timur (10,38 persen) dan angka kemiskinan nasional pada September 2022 yang tercatat sebesar 9,57 persen.
Berkurangnya jumlah penduduk miskin ini berbanding lurus dengan berkurangnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Jember pada Agustus 2022 sebesar 4,06 persen. Ada penurunan 1,38 persen dibandingkan Agustus 2021. Secara makro besaran TPT di Kabupaten Jember masih lebih rendah di bandingkan TPT Jawa Timur yang tercatat sebesar 5,49 persen dan TPT Nasional sebesar 5,86 persen. [wir]






