Gresik (beritajatim.com) – Tingkat Kemiskinan dan pengangguran terbuka di Kabupaten Gresik menurun drastis. Tahun 2022 prosentase kemiskinan di angka 11,06 persen. Angka itu merupakan terendah selama 10 tahun terakhir dari target 11,5 persen sampai 10,8 persen.
Sementara untuk tingkah pengangguran terbuka pada tahun 2022 turun ke angka 7,84 persen dari target 7,20 persen. Indikator penurunan dua item itu tidak lepas dari tumbuh suburnya industri di Kabupaten Gresik serta pengendalian stunting.
“Kemiskinan dan pengangguran terbuka menjadi target misi kami yang kelima mengingat sebelumnya dua komponen itu prosentasenya cukup tinggi,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani saat memaparkan Laporan Keterangan Pertanggujawaban (LKPj) tahun 2022, Kamis (30/03/2023).
BACA JUGA:
Tingkat Pengangguran Terbuka Magetan Naik
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menambahkan, ada empat visi lainnya yang diklaim memiliki capaian sangat tinggi. Pertama, menciptakan tata kelola yang akuntabel, bersih serta mewujudkan kepemimpinan inovatif dan kolaboratif.
“Dari penilaian itu, kami memperoleh predikat B dengan capaian 92,37 persen dengan kategori sangat tinggi. Indikator kinerja sasaran untuk misi pertama, diketahui dari dua sasaran pembangunan. Yakni indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Indeks Inovasi Daerah,” imbuhnya.
Kemudian lanjut dia, misi kedua yang fokus membangun infrastruktur yang berdaya saing, memakmurkan desa dan menata kota. Berdasarkan publikasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), nilai indeks daya saing daerah Kabupaten Gresik memperoleh nilai 3,42 dan menduduki peringkat 4 tertinggi di Provinsi Jawa Timur.
“Daya saing daerah Gresik sebesar 4 persen sehingga memiliki capaian 85,50 persen dengan kategori tinggi,” paparnya.
BACA JUGA:
Angka Pengangguran di Sidoarjo Tahun 2022 Menurun
Pada misi ketiga untuk mewujudkan kemandirian ekonomi yang seimbang antar Sektor dan antar wilayah. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Gresik Tahun 2022 melejit ke angka 7,38 persen di atas angka Jawa Timur dan angka nasional.
Terakhir yakni misi keempat membangun insan Gresik unggul yang cerdas, mandiri, sehat dan berakhlakul karimah. Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik Tahun 2022, indeks pembangunan manusia (IPM) memperoleh nilai 77,16 dan juga diatas angka Jawa Timur dan nasional.
“Targetnya 78,31 tapi capaiannya 98,53 persen dengan kategori sangat tinggi,” papar Fandi Akhmad Yani.
Menanggapi hal ini Ketua Komisi IV Dewan Gresik Mohammad menyatakan laporan LKPj yang disampaikan bupati akan dibahas lebih lanjut dalam rapat komisi-komisi.
“Kami segera tindaklanjuti untuk memastikan laporan sesuai realitas di lapangan. Nantinya bersama Banmus dijadwalkan dalam waktu dekat,” pungkasnya. [dny/but]






