Surabaya (beritajatim.com) – Aji Santoso, Pelatih Persebaya mulai mempercayakan pertandingan kepada para pemain yang memiliki kontrak panjang hingga musim depan. Sebut saja Arif Catur, Brylian Aldama dan George Brown yang kerap menjadi Starting eleven.
Salah satunya George Brown, pemain keturunan ini untuk kedua kalinya diturunkan Aji Santoso. Terakhir ketika Persebaya melawan Persikabo 1973 lalu. Aji mengatakan jika memang George sengaja diturunkan selain untuk adaptasi juga untuk persiapan pertandingan di musim depan supaya lebih menyatu dengan tim asal Kota Surabaya ini.
[berita-terkait number=”5″ tag=”persebaya”]
Nyatanya Brown diturunkan dari babak pertama hingga menit ke 70, performanya cukup apik. Hanya saja memang butuh adaptasi karena kurangnya jam terbang. “Lawan Persikabo 1973 lalu saya turunkan hingga menit ke 70, setelah itu saya tarik karena cedera. Saya pikir mainnya normal sudah mulai berani, hanya saja ia masih butuh adaptasi dan menghilangkan rasa kurang percaya dirinya,” ungkap Aji Santoso, Selasa (28/3/2023).
Lebih lanjut dikatakan Aji, turunnya George Brown ini cukup baik dengan komposisi saat ini, tentu ini akan menjadi pertimbangan di musim depan untuk bisa menurunkan kakak dari Jack Brown ini. “Kondisi tim memang tengah berjuang naik di klasmen, saya rotasi menurunkan dia dan ternyata komposisi yang saya buat tidak sia-sia. Dia cukup baik adaptasi dengan pemain, ini menjadi pembuktian untuk musim depan dia bermain di tim,” imbuh Aji.
Bermain sebanyak tiga kali di musim 2022/2023, George Brown sebelumnya bermain di Ashland Eagles Inggris. Diketahui penyerang berusia 23 tahun ini sebelumnya jebolan tim universitas di Inggris, dua klub disinggahinya yakni Hutton dan Brentwood Athletic.(way/kun)






