Pasuruan (beritajatim.com) – Selain dikenal sebagai Kota Santri, Kota Pasuruan juga menyimpan makanan legendaris. Salah satunya yakni es campur Baktung yang terletak di Jl RA Kartini, Kelurahan Bangilan, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.
Es campur Baktung ini sangat cocok menjadi kudapan saat buka puasa. Rasa segar dari es yang dicampur manisnya susu dan sirup warna merah menjadikan dahaga di tenggorokan hilang.
Es campur yang sudah berdiri sejak tahun 1968 ini diteruskan oleh sang cucu Agus Susilo. Agus menceritakan dulu, neneknya bernama Baktung ini berjualan di sekitar alun-alun Kota Pasuruan lalu pindah di pasar Poncol dan kemudian di jalan Kartini.
Namun pada tahun 2000an kedai es campurnya baru berpindah di jalan Kartini Kota Pasuruan. Bahkan salah satu es campur legendaris yang ada di Kota Pasuruan ini sering dibuat rujukan bagi pegawai Pemkot hingga Walikota saat di masa jayanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kuliner”]
“Dulu sudah ada warungnya dan jualannya di sekitar alun-alun Kota Pasuruan. Mulanya namanya bukan Baktung tapi Shanghay, Baktung itu justru nama nenek saya,” kata Agus, Senin (27/3/2023).
Agus menceritakan es campur bikinan neneknya sangat terjaga keasliannya seperti dahulu. Namun dirinya juga mengakui ada beberapa bahan pokok yang hilang, seperti halnya manisan cerme.
Sedangkan untuk isian lainnya asih dipastikan sama seperti dahulu saat neneknya berjualan. Yakni terdapat kolang-kaling, agar-agar dan isian yang khas yaitu, manisan nanas dan manisan belimbing. “Awalnya jualan pakai gelas ukuran sedang, sekarang udah ganti dengan ukuran mangkok. Setiap porsinya kami hargai Rp 13.000,” lanjut Agus. [kun]






