Surabaya (beritajatim.com) – London terlihat ikut menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan, yang mana ini baru terjadi pertama kali sepanjang sejarah. Dilansir dari Arab News, wilayah yang populer di Inggris ini dihiasi dengan lentera fanoo dan lampu berbentuk bulan sabit juga bintang.
Tidak ketinggalan kata – kata “Happy Ramadan” yang menggantung di daerah Coventry Street (antara Piccadilly Circus dan Leicester Square) dan dikabarkan akan menyala hingga 21 April atau akhir Ramadhan. Kata – kata tersebut merupakan karya Aisha Desai dari Ramadhan Light UK, yang terinspirasi dari kecintaan pada lampu Natal dan memulai proyek tersebut tiga tahun lalu.
Akun TikTok @l.mh26 juga mengunggah video suasana dari lampu – lampu Ramadhan menghiasi London dengan sangat cantik.
“Lampu Ramadhan ditampilkan di London! Sangat indah untuk dilihat, Allahumma Barik,” tulisnya dalam keterangan unggahan pada Jumat (17/3). Sontak saja video tersebut menuai jutaan likes dan lebih dari 8 ribu komentar.
Baca Juga: Longsor, Tembok Rumah Warga Trawas Mojokerto Jebol
Mengutip dari Times Out, ini pertama kalinya sebuah kota di Eropa menampilkan pertunjukan seperti itu untuk festival Ramadhan. Sebagai informasi, bahkan pemasangannya mencakup 30.000 untuk membuat 61 bulan dan menggunakan sustainable lights (lampu dengan penggunaan energi rendah).
Times Out juga mengatakan bahwa Sadiq Khan, walikota London yang terpilih tahun 2016 merupakan muslim pertama yang menjadi walikota dari ibu kota besar barat, dan Sadiq Khan telah melakukan perubahan besar melalui festival tersebut.
“Saya merasa senang sekali bahwa London merupakan kota besar Eropa yang menjadi tuan rumah untuk pertunjukan lampu spektakuler dalam perayaan Ramadhan,” tutur Sadiq Khan.
“Lampu Ramadhan menjadi simbol yang nyata bagaimana ibu kota (London) menghargai keberagaman kami,” lanjutnya.
Baca Juga: Pencarian Korban Kapal Tambangan Tenggelam Dihentikan Sementara
Daerah Coventry Street sendiri memang dipenuhi kalangan wisatawan dari Teluk dan sebagian besar populasi muslim kota, yang mana mencapai sekitar 15 persen dari total. Sementara di London sendiri, memiliki 1,3 juta penduduk yang beragama Islam.
Biasanya, berbagai pernak – pernik lampu dan dekorasi Natal yang terpampang di berbagai daerah London, mulai Oxford Street hingga Kew Gardens. Kini, melihat pernak – pernik Ramadhan yang terpampang menjadi satu hal yang positif bagi seluruh kalangan masyarakat. (mnd/ian).






