Lamongan (beritajatim.com) – Dalam rangka mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat dan kuat saat bulan suci Ramadhan 1444 H, Pemkab Lamongan menggelar Seminar Kesehatan dengan tema “Tetap Sehat di Bulan Ramadhan”, Jumat (24/3/2023).
Seminar ini diisi oleh dr. Agus Ali Fauzi dan diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan Pemkab Lamongan. Melalui seminar ini, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berharap, nantinya ASN dapat melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.
Selain itu, Bupati Yuhronur juga berpesan agar ASN dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh kesederhanaan, semangat dan keikhlasan meskipun harus menjalankan ibadah puasa Ramadhan. “Tetap semangat, ikhlas dan semoga kesederhanaan yang kita bangun di tengah-tengah masyarakat dapat menjadi ibadah kita di bulan puasa,” ujarnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Pemkab-Lamongan”]
Orang nomor satu di Lamongan itu menambahkan, selama bulan Ramadhan ini ASN Lamongan akan dibekali seminar pengajian di tiap Jumat. Hal itu dilakukan agar ASN bisa selalu fresh dan bersemangat dalam mencapai kejayaan Lamongan yang berkeadilan.
“Mari terus semangat. Kita jadikan puasa Ramadhan ini sebagai ladang pahala kita untuk memajukan Kabupaten Lamongan yang lebih baik lagi,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan Moh. Nalikan menuturkan, seminar tersebut dimaksudkan untuk mempererat kebersamaan dan motivasi ASN saat bulan puasa.
“Kita bisa melalui kebersamaan kita menerima petuah, menerima petunjuk dan menerima hikmah di bulan puasa ini yang nanti secara jelas memberikan motivasi kepada kita semua baik di dalam ibadah puasa, maupun setelah menjalankan ibadah puasa,” ungkap Nalikan.
Sementara itu, dr. Agus Ali Fauzi selaku narasumber dalam seminar ini menjelaskan bahwa kesehatan seseorang terbagi menjadi 5 kategori yakni sehat fisik, psikologis, sosial, kultural, dan spiritual. Menurutnya, yang terpenting adalah sehat fisik, psikologis, dan religius.
“Kesehatan bukan tanggung jawab dokter, perawat, bidan, mantri, atau tenaga medis lain, tetapi kesehatan adalah tanggung jawab kita semua. Makanya kita harus benar-benar menjaga kesehatan, dimulai dengan mindset berpikir positif, menjaga hati, perbanyak istighfar,” jelasnya.
“Melalui hati yang kotor, suudzon, iri, dengki, ini akan menimbulkan penyakit-penyakit lain, makanya syukuri, nikmati, batasi, imbangi. Ramadhan adalah waktunya introspeksi diri, jangan alergi kritik,” tambah salah satu dokter di RS Dr. Soetomo Surabaya tersebut.[riq/kun]






