Gresik (beritajatim.com) – Guna mengantisipasi kelangkaan minyak goreng (Migor) yang disubsidi pemerintah dengan merek Minyakita.
Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik setiap hari menggelontor 150 dus migor Minyakita ke sejumlah pasar.
Sebelumnya, Satgas Pangan bersama Diskoperindag setempat melakukan inspeksi ke sejumlah pasar dan ritel modern. Mulai dari Pasar Sidayu hingga di Pasar Baru Gresik. Inspeksi itu dilakukan guna memastikan stok, dan harga kebutuhan pokok selama Bulan Ramadhan.
“Memang di lapangan, harga masih cenderung stabil, begitu pula untuk stok sembakonya tidak terjadi kelangkaan,” kata Kepala Diskoperindag Gresik, Malahatul Farda, Jumat (24/03/2023).
Ia menjelaskan dari hasil inspeksi itu, ada harga bahan pokok seperti cabai mengalami kenaikan. Sebaliknya cabai rawit turun Rp 3.500 menjadi Rp 77 ribu perkilonya. Kendati masih tinggi, namun dalam dua minggu terakhir harga cabai rawit mengalami penurunan.
“Untuk cabai besar malah naik Rp 2.700 menjadi Rp 39.700 perkilo,” paparnya.
Baca juga:
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/polisi-gresik-gerebek-prostitusi-warung-pangku-kedamean/
Fardah menambahkan, kenaikan juga terjadi pada ayam potong, beras premium, telur ayam hingga bawang merah. Namun, kenaikan pada komoditas ini tidak terlalu tinggi. Hanya harga cabai rawit yang masih tinggi di pasaran meski sudah mengalami penurunan selama dua pekan terakhir.
Selain memastikan sembako aman, Satgas Pangan juga memantau distribusi minyak goreng kemasan merk Minyakita yang merupakan kerjasama dengan Koperasi Niaga Sejahtera.
“Migor Minyakita Kabupaten Gresik mendapat jatah distribusi sebanyak 150 – 300 karton. Jumlah itu diharapkan untuk penjualan ke masyarakat tidak sampai melebihi harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 14 ribu. Ada 7 pasar yang dikelola Pemkab yang mendapat distribusi migor subsidi ini,” imbuh Fardah.
Farda menuturkan, rencananya pihaknya akan membuat surat permohonan penambahan Migor Minyakita ke PT Surya Mega Mas. Hal itu bertujuan agar stok minyak goreng di Kabupaten Gresik aman.
“Berdasarkan pengalaman selama Bulan Ramadhan biasanya masyarakat Gresik membutuhkan banyak minyak goreng. Sehingga, permintaannya selalu meningkat,” tuturnya. (dny/ted)






