Malang (beritajatim.com) – Laporan model B yang dilayangkan Devi Athok ke Polres Malang atas kematian dua putrinya dalam Tragedi Kanjuruhan, kini dipertanyakan. Devi Athok (46), warga Desa Bululawang, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang datang ke Polres Malang, Jumat (24/3/2023) sore.
Selain Devi Athok, keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang ikut mempertanyakan Laporan Model B adalah Cholifatul Nur (36), warga Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
Cholifatul Nur alias Ifa, adalah ibu kandung dari Jovan Varel (15), satu dari 135 korban meninggal dunia di Tragedi Kanjuruhan. Kedatangan Ifa dan Devi Athok di dampingi Kuasa Hukum dari Tim Advokasi Tragedi Kanjuruhan (TATAK), Imam Hidayat SH.
BACA JUGA:
Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Ingin Bentuk Yayasan
Yang menarik, kedatangan Devi Athok dan Ifa ke Polres tidak disangka Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana yang sedang duduk di Lobi Mapolres Malang. “Ada apa ini, apa yang bisa kami bantu Pak Imam,” kata Kholis menyambut kedatangan Devi Athok dan kuasa hukum tim TATAK.
Pertemuan berlangsung singkat. Cholifatul Nur usai mendengarkan penjelasan Kapolres Malang terkait Laporan Model B yang tidak bisa dilanjutkan ke ranah penyidikan, langsung bercucuran air mata. Ifa menangis. Menahan sesak dada melihat penjelasan AKBP Putu Kholis.
“Kecewa. Saya kecewa. Sakit hati benar saya mendengar perkataan Kapolres ini, sakit bener hati saya,” ucap Ifa sambil berurai air mata.

Ditanya apa yang disampaikan Kapolres Malang saat itu, Ifa mengaku pasal-pasal pembunuhan yang disangkakan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan tidak bisa dilanjutkan. “Sakit hati saya mendengarkan mas. Mereka tidak merasakan bagaimana rasanya kehilangan anggota keluarga. Gimana keluarga yang ditinggalkan. Saya sekarang lebaran tanpa anak, itu sakit banget hati saya. Saya ingin mereka merasakan itu, merasakan seperti saya,” tegas Ifa.
Sambil terus menangis, Ifa mengatakan, mereka (Polres Malang-red) dengan seenaknya berkata. “Saya dari tadi sudah menahan tangis mas ketika mendengar Pak Kapolres Malang bicara. Saya kecewa sambil menahan tangis,” katanya.
BACA JUGA:
Begini Curhatan Keluarga Korban Saat Datangi Sidang Kasus Tragedi Kanjuruhan
Ifa mengaku akan terus berjuang mencari keadilan meski laporan Model B, dianggap tidak mewakili tuntutan oleh Polisi. “Kalau mereka mau menutup laporan model B ini, ya kami akan terus menyiapkan langkah langkah ke depannya seperti apa laporan model B kita. Saya tetap optimis saja. Saya yakin masih ada keadilan di negeri ini, saya harus semangat terus,” pungkas Ifa. [yog/suf[






