Magetan (beritajatim.com) – Meningkatnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) membuat Pemkab Magetan merencanakan untuk fokus pada perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Sekretaris Daerah Magetan Hergunadi menerangkan jika pihaknya berusaha memacu UMKM. Alasannya, UMKM bisa menyerap tenaga kerja. Sehingga, bisa mengurangi angka pengangguran.
“UMKM ini selain menyerap tenaga kerja juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Karena pertumbuhan ekonomi ini yang belum sesuai target ya, dari target 5 persen tapi pertumbuhannya hanya 3,89 persen,” kata Hergunadi, Rabu (22/3/2023).
Dia mengatakan, wilayah Kabupaten seperti Magetan kena dampak dari kota-kota besar. Saat pandemi banyak sekali yang terkena pemutusan hubungan kerja hingga akhirnya pulang kampung. Hal itu yang membuat konsumsi produk-produk lokal Magetan di kota besar jadi turun.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-magetan”]
“Kita yang merupakan lokasi refreshing ini akhirnya kena dampaknya ya. Daya beli kan turut menurun. Sehingga, dampaknya gak hanya dari pertumbuhan ekonomi tapi ke pengangguran juga,” lanjut mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Magetan itu.
Saat ini masih ada rintisan untuk membangun kerja sama dengan perusahaan di kota besar seperti Batam serta Malang. Perusahaan hotel ini dimintai tolong untuk turut membantu pemasaran produk UMKM. “Yang sudah jalan ini dengan Jogjakarta, mayoritas perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata,” katanya.
Diketahui, Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Magetan tercatat naik. Di tahun 2021, persentase TPT sebanyak 3,86 persen, kemudian di tahun 2023 sebanyak 4,33 persen.
Bupati Magetan Suprawoto lantas mengobral izin investasi di Magetan selama sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Hal itu disampaikan Bupati Suprawoto usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD dengan Agenda Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Magetan Tahun 2022.
“Selain dampak pandemi Covid 19 itu, tingkat pengangguran terbuka kita naik karena dampak tingkat pertumbuhan ekonomi kita rendah. Namun pertumbuhan ekonomi kita masih di bawah rata rata ya. Artinya TPT naik tidak hanya terjadi di Kabupaten Magetan, tetapi juga dialami oleh daerah daerah lain. Masih di bawah rata rata dibandingkan daerah lain di Jawa Timur,” jelas Suprawoto, Kamis (16/03/2023).
Untuk mengurangi TPT, Kang Woto, sapaan lekat Suprawoto,, membuka investasi seluas-luasnya. Kang Woto bakal mempermudah semua izin bagi yang berminat investasi di Magetan.”Niat mau berinvestasi di sini saja sudah langsung akan saya berikan izin,” katanya. [kun]






