Sidoarjo (beritajatim.com) – Seorang siswa menjadi korban pengeroyokan di Sidoarjo. Korban adalah (12). Saat itu, korban pulang mengaji di TPQ Chamzah Sidoarjo dan dihadang oleh Z, terlapor beserta kawan-kawannya. Tanpa diketahui sebabnya, Z melakukan pengeroyokan kepada korban.
Informasi yang dihimpun beritajatim.com menyebutkan, korban yang pulang menimba ilmu agama dengan menaiki sepeda angin itu, tiba-tiba dicegat dan dianiaya oleh terlapor dan beberapa teman secara beramai-ramai.
Korban dicegat di tengah jalan dan diajak ke tempat gelap samping rel kereta api (KA) dekat lapangan Futsal Flaminio Magersari Sidoarjo. Korban dipukuli beberapa kali dengan tangan kosong. “Korban dipukul mengenai kening, pelipis dan mata kiri. Sehingga korban mengalami lebam di beberapa bagian tubuhnya,” ucap Sulistiyono orang tua korban, Rabu (22/3/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”penganiayaan”]
Ia mengungkapkan akibat penganiayaan oleh pelaku bersama temannya, anaknya sampai saat ini masih merasakan sakit. “Sampai saat ini anak saya masih mengaku badannya sakit, terutama di bagian kepala. Saya menuntut para pelaku ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sulistiyono juga mengaku miris dengan kenakalan anak-anak yang masih tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) saat ini. Kenapa, mereka berani melakukan penganiayaan seperti gaya preman. “Saya juga tidak tahu kenapa anak saya diperlakukan seperti itu. Anak saya juga mengaku tidak melakukan atau bertindak apapun kepada pelaku,” ungkapnya.
“Keluarganya menempuh jalur seperti ini (laporan polisi, red) biar ada efek jera terhadap pelaku. Sebagai orang tua mari kita melakukan pengawasan kepada anak-anak kita, terutama saat berada di luar rumah. Para orang tua harus mengawasi dan khawatir akan pengaruh yang bisa membuat anak-anak kita sampai meniru melakukan perbuatan yang tidak diinginkan,” sambungnya menyarankan.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono belum memberikan konfirmasi terkait kasus diatas. (isa/kun)






