Sumenep (beritajatim.com) – Musibah laut kembali terjadi. Kali ini menimpa KLM Putra Putri GT 55. Kapal niaga tersebut tenggelam di area Pelabuhan Rakyat Gersik Putih, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep.
“Kapal itu mengangkut 7.800 tabung elpiji, 1 ton sembako, dan 7 spring bed,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Rabu (22/03/2033).
Musibah itu berawal ketika kapal yang dinahkodai H. Tolak (60) dengan ABK Hamsura (58) dan Mat Rais (50), semuanya warga Pulau Sepudi, kandas. Kapal kandas karena air surut. Sementara muatan kapal penuh. Akibatnya kapal pun miring ke sisi kanan.

Setelah air mulai pasang, kapal tidak bisa mengapung. Akibatnya air laut masuk melalui pipa pembuangan ke ruang mesin dan palka kapal. Pada saat air masuk, kamar mesin, nahkoda dan ABK telah berusaha melakukan penyedotan air.
“Mereka menyedot air yang masuk ke kapal dengan menggunakan 3 mesin alkon (penyedot), namun tidak berhasil. Air yang masuk ke kapal semakin banyak. Akibatnya, kapal milik H. Fatah, warga Desa Kolor itupun tenggelam,” ungkap Widiarti.
[berita-terkait number=”2″ tag=”kapal-tenggelam-sumenep”]
Sebelum kapal benar-benar tenggelam, nahkoda dan ABK berusaha mengevakuasi barang-barang muatan kapal yang masih bisa diselamatkan.
“Kerugian akibat tenggelamnya kapal itu diperkirakan mencapai Rp 250 juta. Sekarang kasus ini dalam penanganan Sat Polairud Polres Sumenep dan Ditpolairud Polda Jatim,” terang Widiarti. (tem/ted)






