Malang (beritajatim.com) – Dishub memastikan bahwa Pemkot Malang tidak menyelenggarakan program mudik gratis pada 2023. Mereka tidak memiliki anggaran untuk menyelenggarakan program ini.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, meski tidak menyelenggarakan mudik gratis. Mereka sedang mengajukan permohonan 15 unit bus untuk 15 rute keberangkatan dari Malang ke Pemprov Jawa Timur.
“Tidak ada mudik gratis dari Pemkot Malang, tapi kami mengajukan permohonan mudik gratis ke Pemprov Jawa Timur. karena provinsi yang menyelenggarakan. Kami mengajukan 15 unit untuk 15 rute. Anggaran di Pemkot Malang tidak ada,” kata Widjaja, Selasa, (21/3/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-malang”]
Dishub Kota Malang menganggap program mudik gratis tidak menjadi prioritas karena bisa diatasi oleh Pemprov Jatim. Sedangkan anggaran yang ada akan disiapkan untuk program lainnya, namun dia tidak menjelaskan secara rinci.
“Anggaran saat ini habis karena ada prioritas yang lain. Kebetulan ini kan tidak seberapa, intinya ada yang super prioritas daripada mudik gratis. Anggaran mudik gratis bisa diatasi provinsi. Sejak awal, kami juga diberi keleluasaan untuk mengajukan mudik gratis ke provinsi,” ujar Widjaja.
Di sisi lain, Widjaja memprediksi seiring tidak ada lagi pembatasan akibat Covid-19. Pemudik yang datang ke Malang diperkirakan akan melonjak, sehingga volume kendaraan yang melintasi Kota Malang juga akan meningkat. “Sudah tidak ada pembatasan Covid-19 ya. Prediksi kami, tahun ini euforianya lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tandas Widjaja. (luc/kun)






