Surabaya (beritajatim.com) – Polrestabes Surabaya menjaring sejumlah pengemudi sepeda motor yang terindikasi mabuk di Jalan Gubernur Suryo, Minggu (19/03/2023).
Pantauan beritajatim.com di lokasi, setidaknya belasan remaja harus dihentikan sejenak lantaran tidak lolos saat di tes oleh petugas.
Dalam giat tersebut, beberapa remaja yang mabuk mencoba membela diri hingga harus bersitegang dengan petugas kepolisian. Bahkan, ada 3 remaja yang berusaha menghindari razia petugas hingga terjatuh dari sepeda motor.
Wakasatlantas Polrestabes Surabaya, AKP Aristianto Budi Sutrisno menjelaskan jika giat operasi ini dilakukan lantaran marak terjadi kecelakaan di jalanan Surabaya karena pengemudi dalam kondisi mabuk.
“Apalagi sekarang Sabtu malam minggu. Jadi berdasarkan data kami minggu-minggu ini banyak kecelakaan karena pengemudi mabuk,” ujar Aristianto saat dikonfirmasi Beritajatim.com di lokasi.
Baca Juga:
https://beritajatim.com/peristiwa/diduga-pengemudi-mabuk-mobil-remuk-di-jalan-dharmahusada-surabaya/
Satlantas Polrestabes Surabaya juga memberikan teguran dan surat tilang bagi para pengendara yang tidak lolos tes alkohol. Bahkan, mereka diminta menunggu sejenak sampai dijemput oleh pihak keluarga.
“Ini sebagai upaya preventif dan preemtif dari kami untuk tetap menjaga kondusifitas dari kota Surabaya. Beberapa ada yang kami tilang dan berikan teguran,” imbuh pria yang pernah mendapatkan pin emas Kapolri sebagai Inisiator Traffic Accident Claim System (TACS).
Aristianto menegaskan, pihaknya akan terus menghimbau kepada masyarakat agar taat peraturan berlalu lintas untuk menjaga keselamatan diri dan pengendara lainnya. Perlu diketahui, Giat operasi di Jalan Gubernur Suryo, tepatnya di depan Grahadi merupakan serangkaian kegiatan dari patroli skala besar yang digelar Polrestabes Surabaya jelang ramadan. (ang/ted)






