Pasuruan (beritajatim.com) – KUBE (Kelompok Usaha Bersama) melakukan monitoring kegiatan panen lele pertama di Dusun Brintik Kidul, Desa Penataan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Dalam acara ini, LMI memberikan satu mesin pembuat pakan alternatif lele untuk memudahkan pembuatan pakan.
Tak hanya itu dengan adanya mesin pembuatan pakan lele ini bisa menghemat biaya produksi. Mengingat harga pelet setiap tahunnya dipastikan meningkat. Dampaknya kemudian akan meningkatkan pendapatan para peternak lele di Desa Penataan l, Kecamatan Winongan.
“LMI memberikan 1 mesin untuk membuat pakan lele alternatif sehingga bisa menekan biaya pangan lele. Tak hanya itu para petani juga bisa langsung mengkontrol dalam pembuatan pakan yang memiliki gizi tinggi kepada lele,” kata Doris Fermansyah salah satu supervisor LMI, Jumat (17/3/2023).
Diketahui dalam pemberian pakan lele para oeternak harus merogoh koveh hingga Rp 12.300 per kilogramnya. Namun jika bibandingkan dengan pakan lele yang dibuat sendiri, menggunakan mesin dari LMI hanya menghabiskan uang senilai Rp 7.000.
Dalam sekali bikin, para peternak lele bisa membuat sebanyak 20 kilogram pakan lele yang siap diberikan. Hal ini terbukti dalam sekali panen para peternak bisa memanen lele seberat 1,71 kwintal atau setara dengan 2.054 ekor lele, yang semula menebar bibit 18.000 ekor lele.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pasuruan”]
“Alhamdulillah, lele yang dipanen kali ini berjumlah lebih banyak dari target perkiraan. Karena sebelumnya banyak kendala yang dialami mulai dari kurangnya manajemen air, banjir dan juga hama burung yang memakan bibit yang ada di dalam kolam,” ucap Makruf sebagai ketua KUBE.
Makruf menambahkan saat ini masyarakat sudah merasakan dampak dari LMI salah satunya yakni keterlibatan lima orang untuk pengelolaan peternakan lele. Lalu harapannya agar budidaya lele ini bisa semakin berkembang dan menambah komoditas lainnya. [ada/but]






