Tuban (beritajatim.com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tuban menggelar puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Acara diselenggarakan di Pendopo Krido Manunggal Tuban, rabu (15/03/2023).
Ketua PWI Tuban Suwandi mengungkapkan, kegiatan puncak HPN tahun ini membuat beberapa serangkaian acara. Mulai dari diskusi publik, santunan anak yatim, lomba menulis artikel, dan lomba foto jurnalistik.
“Alhamdulilah dari sekian banyak serangkaian acara, kami selalu memberikan santunan anak yatim bagi keluarga wartawan,” ucap Suwandi.
Suwandi juga menambahkan, diskusi publik juga digelar tujuannya untuk meningkatkan SDM anggota PWI serta memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan peran pers yang saat ini memang banyak sekali orang – orang yang mudah mengaku menjadi insan pers.
“Sebab saat ini kemajuan informasi dan teknologi menjadikan orang – orang bebas membuat website atau media sosial yang tujuannya hanya dibuat menakut – nakuti dan menekan seseorang,” tutur Suwandi.
Lanjut, maka dari itu dengan hadirnya diskusi publik ini bisa menuntun masyarakat agar semakin tahu dan mengerti peran pers sesungguhnya.
“Tentu menjadi wartawan juga seyogyanya harus mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang di ketahui dewan pers,” ucap dia.
“Kemudian, kami juga membuat kegiatan lomba foto jurnalistik tingkat pelajar yang diikuti oleh 110 peserta, lalu lomba menulis artikel kategori umum dan kategori lembaga atau instansi total 140 peserta yang ikut,” kata Suwandi.
Dari sekian banyak peserta, menurut Suwandi tema potret pembangunan Bupati Tuban menjadi pilihan paling populer, dan rata – rata mendukung program Mbangun Deso Noto Kuto.
“Sehingga dengan adanya tulisan-tulisan ini masyarakat bisa mendukung program Bupati Tuban agar bisa manjadikan Tuban lebih baik,” harap Suwandi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tuban”]
Ditempat yang sama Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim juga menyampaikan terimakasih kepada PWI Tuban atas terselenggaranya kegiatan HPN, serta membuat diskusi publik tentang bagaimana peran pers di masyarakat.
“Dengan adanya diskusi seperti ini, untuk insan pers agar memiliki moral saat melaksanakan tugas atau liputan,” ungkap Lutfil Hakim.
Maka dari itu, pihaknya berharap peran pers harus berpegang teguh dengan kode etik jurnalistik, tidak menjadi wartawan yang hanya untuk menakut-nakuti dan mengganggu narasumber apalagi sampai meminta uang.
“Karena keberadaan media juga sangat banyak, masyarakat juga harus bisa menjadi kontrol yang ketat bagi media itu sendiri,” tutup dia. [ayu/but]
![Puncak HPN 2023, PWI Tuban Gelar Diskusi Publik Suwandi saat memberi pemaparan kepada tamu undangan puncak HPN PWI Tuban [foto :Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/03/1-102-1024x682.jpg)
![Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim saat menyampaikan materi kepada para tamu undangan [foto : Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/03/2-29.jpg)





