Sidoarjo (beritajatim.com) – Keharmonisan Pemkab Sidoarjo dengan PT Indonesia Sarana Service (ISS) pemenang lelang pengelola parkir di Sidoarjo sepertinya sudah pudar.
Buktinya, Pemkab Sidoarjo telah bulat memutuskan kerjasama yang pernah tertera April 2022, tidak dilanjut per 2 Januari 2023. Pemkab Sidoarjo dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo menilai ada dugaan masalah dalam pengelolaan.
Perseteruan tersebut juga mengundang penilaian dari Paguyuban juru parkir (Jukir) Sidoarjo. Para jukir secara tegas mendukung pemutusan kerjasama tersebut. Alasannya karena PT ISS dinilai telah banyak melanggar kontrak Perjanjian Kerjasama (PKS).
Dikatakan Sekretaris Paguyuban Jukir Abdul Aziz salah satu PKS yang telah dilanggar PT ISS-KSO yakni tertera di pasal 5 tentang pelaksanaan.
Pada pasal 5 dituangkan bahwa pihak kedua PT ISS wajib membayarkan nilai kontrak Rp 32 miliar, selambat – lambatnya 7 hari dari PKS yang sudah ditandatangani para pihak.
“Sampai saat ini komitmen pembayaran kontrak tersebut, sepertinya juga belum dilakukan,” katanya Senin (13/3/2023).
[berita-terkait number=”2″ tag=”gor-sidoarjo”]
Selain itu, lanjut Aziz, kewajiban PT ISS juga tidak memberikan layanan BPJS terhadap para juru parkir yang dipekerjakan di lapangan.
“Para jukir di Sidoarjo satu suara berharap pengelolaan parkir ini kembali dipegang oleh Dishub. Para jukir akan berkomitmen untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran,” janjinya.
Baca Juga: PT ISS Mengaku Siap Hadapi Proses Hukum Pemkab Sidoarjo
Ungkapan sama disampaikan Saini salah satu perwakilan jukir di Jl. Gajah Mada Sidoarjo. Pihaknya mengingatkan PT ISS jangan membangun narasi seolah-olah terzalimi oleh Pemkab Sidoarjo.
“Faktanya memang PT ISS tidak sepenuhnya melaksanakan kewajibannya,” papar dia.
“Dengan fakta-fakta tidak adanya komitmen dan banyaknya PKS yang dilanggar, paguyubannya secara tegas menolak untuk bekerjasama atau berurusan dengan PT ISS,” sambungnya.
Terpisah, Ketua LBH PC GP Ansor Sidoarjo Fattahul Anjab mengatakan pihaknya siap membantu jika para jukir membutuhkan bantuan hukum.
“Kami siap membantu jika teman-teman jukir membutuhkan bantuan. Karena saya tahu banyak anggota jukir yang juga warga Nahdliyin,” tegasnya. (isa/ted)






