Gresik (beritajatim.com) – Hari ini, Kamis, 8 Maret 2023, Kabupaten Gresik berusia 49 tahun. Daerah yang sebelumnya masuk wilayah Kota Madya Surabaya, resmi menjadi kabupaten sendiri melalui usulan DPRD setempat. Usia Kota Gresik, sebenarnya lebih tua yakni berusia 536. Dari usia itu, perjalanan nama Grisse, tidak lepas dari sejarah Kota Bandar.
Letaknya yang sangat strategis sebagai jalur pelayaran, tidak salah bila Grisse (Gresik) menjadi tujuan para saudagar dari seluruh nusantara. Karena itu, Kerajaan Majapahit menempatkan kedudukan Gresik menjadi pusat perdagangan. Hal ini juga diperkuat oleh pedagang China. Dimana, Pelabuhan Gresik pada abad ke 14 sudah menjadi tempat perputaran perdagangan.
Sebagai daerah bandar, siar agama Islam juga masuk ke Gresik. Pada waktu itu seorang dari Gujarat India, Maulana Malik Ibrahim menginjakan kakinya di Gresik. Kemudian bersamaan dengan itu, penguasa Majapahit mengangkatnya menjadi kepala syahbandar. Hal ini karena saat itu mayoritas pedagang muslim sebagian besar menguasai perdagangan di Pelabuhan Gresik.
[berita-terkait number=”5″ tag=”gresik”]
Setelah dikenal sebagai daerah bandar yang ramai, sejumlah nama pernah menduduki kepala syahbandar. Salah satunya adalah Nyai Ageng Pinatih yang merupakan ibu angkat Sunan Giri. Ketegasan dan kewibawaannya membuat Gresik semakin terkenal. Tidak salah sampai abad ke 16, nama Gresik sudah dikenal oleh pelaut-pelaut dari Eropa.
Dalam perjalanannya selama ratusan tahun, siar agama terus mengakar di Gresik. Bahkan, Sunan Giri beserta keturunannya mendirikan kerajaan di Bukit Giri. Sebelumnya, Maulana Malik Ibrahim juga melakukan hal yang sama, yakni melakukan siar agama Islam melalui perdagangan. Bukti lainnya Gresik sentra pusat agama Islam adalah adanya makam panjang Siti Fatimah Binti Maimun di Leran, Manyar.
Keberadaan wali atau sunan sebagai penyebar agama Islam, maka Gresik pun dikenal sebagai kota santri. Hal ini tidak terlepas adanya dua wali yakni Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim. Nama yang melekat hingga sekarang seiring dengan pembangunan Kota Gresik. Daerah ini sekarang menjadi tujuan investor menanamkan modalnya demi mengembangkan usahanya.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPPM-PTSP) Kabupaten Gresik, selama empat tahun terakhir mengalami kenaikan. Tahun 2019 USD 98.346 juta, tahun 2020 USD 271.462 juta, kemudian 2021 USD 293.750 juga, dan 2022 mencapai USD 674.077 juta.
Atas dasar itu, Kabupaten Gresik dinobatkan sebagai juara pertama investasi se-Jawa Timur di tahun 2022. Gelar itu, juga pernah diraih di tahun 2021 sebagai pembina kabupaten kinerja investasi terbaik.
Tingginya investasi itu, berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gresik sekaligus mengurangi tingkat pengangguran terbuka yang sempat di angka 8 persen dari 1,3 juta penduduk Gresik. Banyaknya investasi yang masuk secara tidak langsung bisa dirasakan.
“Saya berharap dengan investasi yang mencapai triliun rupiah bisa mengurangi angka kemiskinan, atau dengan kata lain kesejahteraan ekonomi warga gresik bisa meningkat,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani.
Selain fokus pada investasi lanjut dia, di bidang kesehatan. Masyarakat Gresik cukup hanya menyodorkan e-KTP melalui health coverage (UHC) untuk berobat. Tidak hanya itu, di bidang pendidikan juga akan dibangun sekolah baru SMPN 34. Permasalahan infrastruktur juga menjadi fokusnya. Salah satunya perbaikan jalan yang telah disiapkan anggaran sebesar Rp 300 miliar.
Pemetaan jalan masih terus dilakukan. Hal ini untuk mengetahui mana jalan yang rusak, atau ditingkatkan. Dipilihnya infrastruktur jalan karena di Kabupaten Gresik masih banyak jalan yang rusak. “Tahun ini kami fokus di infrastruktur terutama jalan. Pasalnya, jalan menjadi transportasi utama yang berdampak langsung perekonomian masyarakat,” kata Gus Yani.
Dirinya berharap, di tahun 2023 ini bisa menyelesaikan program-program yang sudah disusun. Sementara program yang sudah dicapai akan ditingkatkan terus. “Tentu yang sudah dicapai terus ditingkatkan. Terutama investasi di Gresik ini yang harus ditingkatkan karena berdampak pada beberapa sektor,” pungkasnya.
Kendati demikian kata Gus Yani, masih ada pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan. Yakni, permasalahan normalisasi Kali Lamong yang saat ini imbasnya masih dirasakan masyarakat saat musim hujan. Untuk mengatasi hal itu, Pemkab Gresik telah menyediakan anggaran Rp 7 miliar untuk pembuahan kolam retensi di wilayah Balongpanggang. Keberadaan kolam itu diharapkan bisa meminimalisir luapan Kali Lamong. “Lahannya sudah kami siapkan 9 hektar. Kalau dibangun bisa mengatasi permasalahan banjir di Gresik Selatan,” ungkapnya.
Khususnya proyek smelter PT Freeport Indonesia yang menelan investasi Rp 42 triliun diharapkan keberadaan pabrik smelter single line terbesar di dunia tersebut bisa dirasakan oleh masyarakat. Kendati masuk kawasan ekonomi khusus (KEK) di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Perusahaan smelter itu diharapkan bisa menyerap tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya.
“Kami menaruh harapan besar. Kedepan, KEK Gresik tersebut bisa memberikan manfaat. Baik kepada negara maupun kesejahteraan sebesar-besarnya bagi masyarakat Gresik dan Jawa Timur,” papar Gus Yani.
Sejarah Gresik yang panjang jangan sampai jati diri Kabupaten Gresik sebagai kota santri dilupakan. Meski dicap sebagai kota industri, dan menjadi daerah tujuan investasi. Gresik bisa maju dalam peradaban tetapi warganya harus tetap berakhlakul karimah. [dny/kun]






