Bojonegoro (beritajatim.com) – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro KH Alamul Huda secara sepihak dicopot dari jabatannya.
Jabatan ketua dipilih oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dan diberikan kepada KH Tamam Syaifuddin.
Meski dicopot dari jabatan ketua FKUB, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Rosyid itu tetap komitmen mewujudkan perdamaian, kerukunan dan persatuan antarumat beragama di Bojonegoro bersama sejumlah tokoh agama lain dalam wadah Paguyuban Umat Beragama (PUB).
“Kami semua adalah tokoh agama yang berkomitmen membangun Bojonegoro dalam situasi apapun,” ujar Gus Huda, sapaan KH Alamul Huda, Kamis, (09/03/2023).
[berita-terkait number=”2″ tag=”bojonegoro”]
Gus Huda mengungkapkan, pasca terbitnya Surat Keputusan (SK) Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah yang mengganti sepihak ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bojonegoro (KH. Alamul Huda) dengan ketua baru (KH. Tamam Syaifuddin) pihaknya masih komitmen menjaga kerukunan di Bojonegoro.
Gus Huda, bersama dengan tokoh lintas agama lain, seperti Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu akan kembali menghidupkan komunitas PUB untuk menjaga Bojonegoro tetap guyub rukun.
“Kami telah memperhatikan atas terbitnya SK bupati yang tidak sesuai prosedur dan tidak melibatkan tokoh lintas agama dalam penggantiannya,” ujarnya.
Baca Juga: Tokoh Lintas Agama di Bojonegoro Serukan Moral Guyub Rukun
Ditanya soal penggantian dirinya secara sepihak sebagai ketua FKUB, pihaknya tidak mempermasalahkannya. Dia mengklaim tidak pernah berfikir akan melakukan tindak prosedur hukum.
“Bagi kami itu tidak penting, yang paling penting adalah terciptanya guyub rukun antar umat beragama. SK terakhir kami sampai 2025 mendatang, namun sudah diterbitkan SK dan pengurus baru secara sepihak,” jelasnya menambahkan.
Sementara dikonfirmasi melalui WhatsApp, KH Tamam Syaifuddin mengaku masih di luar kota untuk mengisi pengajian umum. “Ngapunten saya lagi ngisi pengajian di luar kota,” ungkapnya. [lus/ted]






