Gresik (beritajatim.com) – Tugu perbatasan Gresik dan Lamongan di kawasan utara kini dipersoalkan Sebab, tugu yang bertuliskan ‘Selamat Jalan’ diklaim masuk Kabupaten Lamongan padahal berdiri di lahan Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.
Kepala Desa (Kades) Pandanan, Suryadi menuturkan, pihaknya sudah berkirim surat ke Pemkab Lamongan guna meluruskan lahan tempat berdirinya tugu yang masuk tanah kas desa.
“Kami sudah bersurat resmi ke Pemkab Lamongan. Sebetulnya bukan mencari mana yang salah dan mana yang benar namun di tugu itu berbunyi ‘Selamat Datang’ di Kabupaten Lamongan kalau dari arah Gresik. Padahal, masih wilayah Kecamatan Duduksampeyan,” tutur Suryadi, Sabtu (4/3/2023).
Baca Juga: Sembako Murah Ringankan Beban Warga Gresik
Atas dasar itu kata Suryadi, perangkat desanya mengusulkan tulisan di tugu perbatasan itu diganti ‘Selamat Datang’ di Kabupaten Gresik, dan ‘Selamat Jalan Kabupaten Lamongan’. Hal ini karena lahan yang digunakan masuk wilayah Desa Pandanan.
“Saya pernah meminta kepada Bupati Gresik berkordinasi dengan Pemkab Lamongan. Untuk meninjau ulang keberadaan tugu itu. Sebab, berdasarkan peta batas tugu tersebut sudah masuk 500 meter ke wilayah Desa Pandanan,” ujarnya.
Suryadi menyatakan, batas tugu yang diklaim tersebut merupakan tanah kas desa. Nantinya di tanah itu dibangun rest area titik nol kilometer perbatasan Gresik-Lamongan serta dipasang spot-spot foto.
Baca Juga: Sterilisasi Pelebaran Jalan Manyar Gresik Dimulai
Menanggapi sengketa tugu batas wilayah itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengatakan, saat ini tidak mencari siapa yang benar maupun yang salah. Tetapi lebih diarahkan menjalin kolaborasi antara Gresik dan Lamongan.
“Kami sekarang malah menyusun kerjasama jual beli air, di mana air dari Perumda Giri Tirta Gresik dijual ke Lamongan. Mudah-mudahan segera ada MoU. Ini karena perbatasan Gresik dan Lamongan sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) merupakan kawasan pergudangan. Sehingga, butuh penyerapan air yang sangat besar,” katanya.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menambahkan, tahun ini Gresik mendapat dana transfer untuk membangun utilitas mulai dari Bunder hingga ke perempatan Duduksampeyan. Kemudian dari daerah itu nanti investasinya di Lamongan.
“Kita kejar hubungan antar daerah disana. Yang lalu biar berlalu sekarang sudah ketemu dan duduk bersama. Tidak usah mencari kesalahan lagi. Tapi menjalin kolaborasi dengan Lamongan. Kalau nanti jadi kawasan pergudangan otomatis kebutuhan air semakin besar. Hal ini yang akan dilakukan MoU dengan perusahan air minum daerah Lamongan,” pungkasnya. [dny/beq]






