Surabaya (beritajatim.com) – Ketum PSSI Erick Thohir menyatakan pihaknya akan membuat sistem IT untuk mendeteksi adanya pengaturan skor. Para pelaku nantinya bakal mudah dikenali lewat sistem ini.
Erick Thohir mengaku sudah mengundang pembuat program sistem yang ditawarkan oleh FIFA. Sayangnya Erick masih enggan menyebutkan sistem apa yang digunakan.
“Saya tidak bisa sebutkan nanti ketauan, jadi sistem ini untuk melihat kalau ada dugaan pengaturan skor ada sistemnya,”ungkap Erick, Sabtu (5/3/2023).
Dengan sistem yang telah terprogram ini nantinya bisa menanggulangi tiga hal. Pertama melawan pengaturan skor, kedua kepastian jadwal Liga, dan ketiga kepastian suporter.
Baca Juga: Erick Thohir Akan Hukum Seumur Hidup Pelaku Mafia Skor
“Ketiga aspek ini sangat penting, seperti kepastian suporternya seperti apa kalau tidak mau ya saya pasti gagal, ini yang saya minta ada kesepakatan. Ini harus berkesinambungan yang perlu kita samakan persepsinya nanti antara pemilik klub dan suporter,” imbuh Erick.
Pasalnya suporter ini di dalam surat yang dikirimkan FIFA kepada Presiden Joko Widodo menjadi bagian penting transformasi sepak bola Indonesia.
Jika tidak ada kesinergian diyakini hal ini tidak akan berhasil untuk memberantas mafia dan menjadi sepak bola yang bersih dan berprestasi.
Baca Juga: Erick Thohir Usulkan Liga 2 Digelar Desember sampai Juni
“Makanya saya bikin program satu persatu ini, salah satunya untuk suporter ya Jambore Nasional ini dimakan untuk mendiskusikan apa yang boleh dan apa yang tidak bolah harus ada kesepakatan dan keterbukaan itu dan saya siap mengawal kesepakatan itu,” tutupnya.
Diketahui sebelumnya, Sepak bola Indonesia saat ini mengalami krisis kepercayaan, hal ini buka tanpa alasan banyaknya pengaturan dalam semua Liga Indonesia membuat olah raga rakyat ini semakin buruk setiap tahunnya. [way/beq]






