Jember (beritajatim.com) – Muhammadiyah Jember melihat tanda-tanda sukses dalam dua tahun pemerintahan Bupati Hendy Siswanto-Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman.
“Seperti yang disampaikan masyarakat luas, tanda-tanda sukses ada. Tapi ada juga kekurangan yang diakui Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati. Saya kira dengan kebersamaan masyarakat luas, (keberhasilan) bisa dicapai,” kata Ketua Pimpindan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jember, Aminullah Elhady, ditulis Jumat (3/3/2023).
Aminullah yakin Bupati Hendy tahu betul kelemahan-kelemahan pemerintahan saat ini. “Beliau dan perangkatnya selalu melakukan evaluasi,” katanya.
Muhammadiyah berharap kolaborasi dan sinergi Pemkab Jember dengan banyak pihak dipertahankan dan dilanjutkan dalam sisa periode kepemimpinan Hendy-Firjaun.
Baca Juga: Legislator Gerindra DPR RI: Pemerintahan Pak Hendy di Jember Patut Dilanjutkan
“Meskipun kami juga memahami, problem yang dihadapi pemerintah terlalu luas dan terlalu banyak. Jika tidak semua bisa dikolaborasikan, kami juga memahami. Tapi sejauh yang bisa kami lakukan, akan kami lakukan. Jadi setiap ada kesempayan kami akan berkomunikasi,” katanya.
Saat ini Muhammadiyah sedang menyiapkan rumah sakit pendidikan. “Maka ini bagian dari membantu pemerintah untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Beberapa waktu lalu ketika peletakan batu pertama, Pak Bupati berharap rumah sakit Muhammadiyah segera terwujud untuk mengatasi kekurangan layanan kesehatan di Jember. Itu bidang yang perlu kita bersinergi antara Muhammadiyah dan pemkab,” kata Aminullah.
Baca Juga: 2 Tahun Pimpin Jember, Wabup: Masih Banyak Kekurangan
Hendy dan Firjaun dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Kabupaten Jember oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 26 Februari 2021. Mereka terpilih setelah memenangi pemilihan kepala daerah yang diselenggarakan pada 9 Desember 2020.
Duet yang diusung Partai Gerindra, Partai Nasional Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Demokrat ini memperoleh dukungan 489.794 suara (46,60 persen).
Mereka mengalahkan pasangan Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto yang memperoleh 328.729 suara (31,27 persen) dan pasangan Abdussalam-Ifan Ariadna yang mendapatkan 232.648 suara (22,13 persen). [wir/beq]






